-Kesuksesan dan keberhasilan itu hanya soal waktu. tapi sekarang adalah soal cara, soal mengisi dan soal aplikasi-

Wednesday, December 17, 2008

kisah 4 hari

Ada senyum dibalik penat...
Tugas kuliah makin hari makin menumpuk, rasa bosan pun mulai muncul dengan penat dan kesibukan yang ada. Namun apa boleh buat, itulah keseharian yang tidak bisa saya lewatkan begitu saja. Sampai pada suatu hari, ketika ada seorang dosen yang memberi tugas kepada kami yang sebenarnya cukup mudah tapi entah kenapa tiba-tiba tugas itu menjadi “agak sedikit” merepotkan. Tugas yang memaksa kami harus berkeliling kota Semarang selama tiga hari berturut-turut. Itu kami lakukan hanya untuk menyelesaikan tugas dari sang dosen. Bukan hanya berkeliling tiga hari namun juga diguyur hujan dalam perjalanan selama tiga hari pula. Kalo dibilang belum beruntung ya memang kami sedang tidak bernasib baik, karena selama tiga hari itu belum ada tanda-tanda keberuntungan menyertai kami. Bukan malah selesai tugas kami tapi malah semakin mumet dan gak karuan…
Fotografi, itulah tugas yang diberikan dosen kepada kami. Karena itu untuk mendapatkan foto yang bagus, mau tidak mau kami harus keliling Kota Semarang untuk memilah-milah pemandangan yang dirasa kami cocok untuk dipamerkan pada acara pameran nanti.
Hari pertama, dari kampus kami berempat meluncur menuju simpang lima Semarang untuk mengambil foto bangunan keramat Lawang Sewu. Setelah puas memotret kami langsung menuju kesebuah Stasiun Tawang untuk mencari inspirasi lebih lanjut, pikir lama pikir akhirnya kami segera meluncur kembali ke Kota Lama yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Kami pun bergerak untuk mengambil gambar di sana dengan suasana Kota Lama yang memesona. Hari makin siang, kami beranjak dari Kota Lama menuju ke daerah Sampangan. Di sana kami mencoba untuk memotret pengemis dan gelandangan, namun ternyata di sana tidak ada pengemis maupun gelandangan akhirnya kami dapati seorang ibu yang sudah lanjut usia dengan keranjang besar dipunggungnya, dan tanpa pikir panjang kami langsung ambil gambarnya. Jam menunjukan pukul 16.00 WIB, gerimis pun mulai menetes dikepala kami dan akhirnya menjadi hujan deras, bergegas kami pulang dengan membawa oleh-oleh hasil foto dan badan yang basah kuyup..
Hari kedua, dari kampus kami meluncur kembali untuk berburu foto. Kali ini objek sasaran kami adalah pemandangan alam. Kami bergerak menuju keperbukitan yang terletak dibagian barat kota Semarang. Entah itu nasib baik atau buruk ketika pulang hujan pun masih setia menemani perjalanan kami…
Hari ketiga, sudah agak frustasi kami berburu foto karena hasil yang kami dapat belum sreg di hati. Hari itu kami focus berfikir mencari ide dari pagi sampai siang. masih teguh pendirian kami untuk berburu foto sebanyak mungkin demi tugas yang diberikan. Hari itu sasaran kami adalah hutan yang letaknya tak jauh dari kota Kendal. Berpuluh kilometer kami tempuh sampai tak ketinggalan pula acara nyasar di jalan. Maklum daerah itu belum pernah kami injak sebelumnya, jadi pake acara nyasar segala. Ini salah satu foto yang kita ambil saat dalam perjalanan, duduk santai sambil menikmati minuman ala orang gunung yaitu “Legen


Hari keempat, pagi yang cerah membuat hati sedikit terobati dengan lantunan suara biola dari seorang temen satu kost. Pagi itu kami keluar untuk menghirup udara pagi yang masih kental dengan bau embun yang segar. Maklum, sudah tiga hari kita pontang-panting mencari objek foto yang bagus. Dan akhirnya……selesai sudah tugas fotografi yang melelahkan….

Bila ada yang berminat melihat pameran foto kami, silakan datang ke Universitas Negeri Semarang, kampus Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan pada hari kamis tanggal 15 januari 2009...hahaha….promosi…!!

Pe Er...

Dapet Pekerjaan Rumah….
Walah-walah mba aya…., ni saya lagi kena sindrom males buat ngelog eh malah dikasih Pe Er. Tapi kalo demi sahabat mah apa aja rela tak lakuin deh…asal halal dan baik bagi kesehatan, loh..!! bagi persaudaraan maksudnya….
Kalo gak salah Pe Er-nya berbunyi begini ya:
1. Mengapa blog kamu bernama. . . . .?
2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Begini jawabanya….

1. Mengapa blog kamu bernama…? Sebelumnya saya perkenalkan diri ya..Nama asli saya cukup singkat, padat dan mungkin sangat jelas. LUKMAN. Cuma 6 huruf doank. Critanya beginu..eh begini..Karena waktu dulu pas ndaftar blogger pake nama Lukman ditolak sama blogger dikarenakan udah ada yang make’ jadi ta ganti sedikit deh seperti gaya penulisan tempoe doeloe. Nah jadilah nama loekman. Trus embel-embel “tp” itu adalah sebuah gelar kebangsaan ala mahasiswa UNNES jurusan Teknologi Pendidikan alias (TP), dari latar belakang historis itulah muncul nama loekmantp…
2. Mengapa blog kamu pakai templet ini? Sebelum menjawab saya mau crita-crita dulu nih.., waktu dulu siang-siang dikala terik matahari saya lagi ngenet di salah satu warnet dikampung kelahiranku. Waktu jalan-jalan lihat blog punya orang dari luar negri saya nyasar sama yang punya template kaya gini. Nah…, mulailah saya jatuh cinta sama ini template. Langsung aja tanpa basa-basi ta copy souce-code nya. yang menarik dari template ini adalah mirip sebuah buku, karena saya suka baca buku jadi akan lebih mudah jatuh cinta sama ini template.
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu? Haduh…,apa ya…, banyak sih. Waktu kecil dulu sering dimarahi sama mama gara-gara suka mandi di Kali kelamaan gak inget jam. Haha…, waktu nangis dapet nilai 3 pas ulangan. Huhu.., trus…waktu nyari alamat orang dari pagi sampe sore gak ketemu-ketemu cuma ngendarai sepeda kecil, trus waktu patah hati.., haduh…, tapi walau dulu kejadian aneh-aneh yang kadang seneng kadang sedih bila diingat-ingat lagi jadi pengen ketawa…^_^
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Trataa…, mau ta lempar kemana lagi ini pertanyan-pertanyaan ya? Ya udah setelah berunding sama monitor, mouse, keyboard, headset dan CPU maka ditetapkan orang yang akan menerima pertanyaan di atas adalah….
1. Aziz
2. Bangkit
3. Eka wulandari
4. Noviana satiowati
5. Nanda
6. Bonkzs
7. QQ
8. Subarkah
9. Along arman
10. Aphied
sebelumnya mohan maaf temen-temen,,saya hanya menjalankan amanah..
semoga persahabatan kita jauh lebih erat dikemudian hari..amin...

Wednesday, December 3, 2008

award dari sahabat


award ini saya terima dari seorang sahabat dari negri seberang
saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya buat Mila....
:-)

Sunday, November 30, 2008

musim hati

Suka berkeluh kesah?
Itu tanda jiwa yang lemah…


Berulang kali saya mendapat telfon maupun pesan singkat dari teman saya, pesan yang isinya mengenai keluhan hatinya tentang masalah-masalah yang sedang ia hadapi. Berulang kali pula saya terus memberinya solusi terbaik yang bisa saya berikan. Namun kejenuhan mulai menghinggap hati saya ketika hal serupa selalu menjadi topik utama dalam pembicaraan kami, dan hal itu terus terjadi. Hingga timbul beberapa pertanyaan dalam hati saya apakah masalah itu harus selalu dibicarakan? Apakah masalah akan selesai manakala hanya menjadi bahan omongan semata tanpa adalah penyelesaian kongkret?
Beragam cara orang dalam menghadapi masalah, dan sebagian orang menganggap berkeluh kesah adalah cara terbaik untuk membebaskan diri dari tekanan persoalan yang sedang mendera. Atau sekedar pelampiasan untuk mengurangi beban jiwa yang berat. Karenanya bagi yang menjadikan itu semua sebagai pembenaran, keluh kesah pun bisa menjadi kebiasaan. Dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja, pembicaarannya hanya seputar keluh kesahnya semata. Konon bahasa bekennya
Curhat”. Katanya sih….
Orang yang menjadikan keluh kesah sebagai hobbinya biasanya suka membesar-basarkan masalah, memandang masalah kecil sebagai masalah yang besar, menganggap beban hidup atau masalah yang sedang ia hadapi adalah permasalahan yang paling berat dan paling sulit, seperti dia sendiri yang punya masalah dalam hidup. Seakan-akan ia lupa dengan nikmat Allah terlampau banyaknya dikarenakan sibuk dengan masalahnya. Masalah dalam hidup patilah ada, mana ada toh orang yang gak punya masalah? pasti tidak ada! Justru akan terasa aneh manakala hidup ini tidak ada masalah. Janganlah anda berfikir orang yang punya masalah adalah orang yang bermasalah, namun orang yang sesungguhnya bermasalah adalah orang yang tidak punya masalah. Karena letak kesalahanya adalah ia tak punya masalah sehingga itulah yang sebenarnya disebut orang yang bermasalah. Karena memang demikian kehidupan, ia pada hakekatnya adalah ujian, yang di dalamnya ada pergiliran suka-duka, pendapatan-kehilangan, kelapangan-kesempitan dan sebagainya.
Keluh kesah adalah tanda kelemahan hati dan keerdilnya jiwa. Orang yang selalu berkeluh kesah akan berasumsitidak akan terselesaikan”, melihat beban sebagaiyang tidak tertanggungkandan menatap jalan keluar sebagai kebuntuan. Padalah setiap masalah pasti ada solusinya, setiap persoalan selalu ada jalan keluarnya. Jadilah pribadi yang tangguh, melihat masalah bukan sebagaimonsteryang tidak bisa dilawan, namun jadikanlah masalah itu sebagai sarana dalam pengembangan diri, kematangan diri dan korek api untuk menyalakan potensi diri anda. Adakalanya sebuah bola harus dibanting dengan keras untuk menghasilkan lentikan yang jauh ke atas….

Wednesday, November 26, 2008

kesadaran hati

Gerbong Asap
Pernahkah anda masuk ke dalam gerbong asap?
Gerbong dimana apabila anda masuk di dalamnya maka anda seolah-olah bak ikan yang sedang dipepes, kemudian setelah keluar sekujur badan anda akan melekat aroma seperti aroma kayu yang hendak terbakar tapi tak menyala.
Mungkin seperti itulah gambaran kasarnya sebuah gerbong yang amat fenomenal yang sering saya tumpangi. Gerbong yang sedari dulu mengeluarkan asap tak sedap dan selalu menusuk-nusuk tulang hidung orang yang menghirupnya, asap ajaib yang keluar dari mulut-mulut manusia…, tahukah anda gerbong fenomenal itu? Tak lain dan tak bukan adalah Gerbong Kereta Api!!!
Pemandang seperti itu mungkin tidak asing lagi bagi anda penikmat setia kereta api atau transportasi umum lain yang masih kurang perhatiannya dalam hal ketertiban dan kenyamanan penumpangnya.
Dalam hal ini saya tidak terlalu mengomentari masalah bahaya rokok yang sering sekali digembar-gemborkan dimana-mana, baik di media cetak maupun elektronik bahkan dibungkus rokok itu sendiri pun sudah ada peringatannya. akan tetapi yang ingin saya sampaikan adalah mengenai “budaya kesadaran” menempatkan sesuatu pada tempatnya. Budaya seperti itu memang belum sepenuhnya dimengerti dan dipahami kebanyakan orang, karena memang tingkat kecerdasan emosi atau yang sering kita sebut dengan Emotional Quotient (EQ) harus senantiasa kita latih dalam kepentingan pengembangan segi-segi kehidupan yang tertata.
Apa yang terjadi diatas adalah sebuah impact tingkat emosi yang rendah dari seseorang sehingga mereka tidak mampu untuk mengendalikan nafsunya. Bukankah masih banyak waktu, tempat yang luas dan cocok untuk merokok? Bukan malah berkolaborasi menciptakan Gerbong Asap di dalam Kereta Api. jika anda (perokok) mengetahui akan kesadaran itu maka tidak akan mungkin Gerbong Asap akan ada. Kesadaran seperti itulah yang mesti kita terapkan dan kita wariskan kepada para arsitek peradaban yaitu generasi muda sekarang. Namun sungguh disayangkan manakala hal-hal kecil seperti itu diabaikan dan dianggap remeh. Kesadaran hati bukan berasal dari luar namun bangkit dari dalam yang bersumber dari suara hati. Buah kesadaran tidak memerlukan tepuk tangan orang lain, tidak peduli dengan riuh-rendah sorak-sorai. Kesadaran hati tidak pamrih, dan kesadaran hati adalah berpegang pada sebuah prinsip. Yang diinginkan hanyalah sebuah tepukan halus di pundak dari seorang malaikat. Kesadaran tidak mengharapkan terima kasih. Kesadaran hati hanya bersahabat dengan suara hati, suara Tuhan. Dan kesadaran hati hanya mengharapkan sebuah catatan kecil dari seorang malaikat yang berada pada bahu kanannya.
Bukankah suatu bangsa akan maju dan berkembang manakala manusia di dalamnya mengerti dan mampu menempatkan sesuatu pada tempatnya??? Dalam hal apa saja, kapanpun waktunya dan dimanapun tempatnya jika semua tertata rapi akan lebih indah dan terpuji.
Setiap kata yang ia ucapkan, tentulah di sampingnya ada penjaga yang siap (mencatat) -Q.S. 50 surat Qaaf ayat 18-