-Kesuksesan dan keberhasilan itu hanya soal waktu. tapi sekarang adalah soal cara, soal mengisi dan soal aplikasi-
Showing posts with label Curhat. Show all posts
Showing posts with label Curhat. Show all posts

Sunday, September 26, 2010

Nasi Gudangan-Pasar Krempyeng


Jika anda sempat bangun pagi, maka sekali-kali mampirlah ke pasar Krempyeng, dekat lapangan Banaran-Semarang. Tidak harus beli sesuatu, tapi mampir saja, sekedar melihat manusia berjubel disana. Tumpah ruah, berdesakan, banyak sekali, ada bakul jagung, bakul pisang, bakul onde-onde, bakul pete dan bakul sate pun ada. Karena pemandangan itu hanya berlangsung di pagi hari, maka sempatkanlah.
Nasi gudangan jadi “idola” disana, bukan onde-onde. Sudah barang tentu bakul sego gudangan yang paling banyak digerumuti masa. Harganya murah meriah, dan rasanya pun lumayan “mewah”. Lalu kenapa nasi gudangan yang paling banyak dicari? Sekarang saya pun tahu jawabannya : nasi gudangan lebih enak dimakan di pagi hari, tapi kalau sudah lewat pagi, masyaALLAH….biasa saja. Apa lagi jika cara mendapatkannya harus bercucuran keringat, antrean panjang, berdesakan, dan penuh perjuangan, maka pantas saja nasi gudangan bak barang keramat yang diperebutkan. Dari dulu, masyarakat kita sepertinya suka dengan persaingan, untuk beli sebungkus nasi perlu ada sebuah kompetisi disana, saling desak, saling sikut, walau pun di sebuah pasar yang berukuran tidak lebih dari 10 x 10 meter itu. Padahal itu baru nasi, belum yang lain.
Seorang gadis tampak bercucuran keringat, keluar dari desakan masa, melalui antrean panjang, wajahnya sumringah, berdiri seperti hendak berkata : “Bro…, aku baru saja menang perang!!”.

Thursday, September 23, 2010

Lelucon Penyemprot Serangga



Memang, hidup bukan hanya sekedar urusan perut. Tapi, sesekali keluarlah. Lihat orang-orang yang sibuk untuk mengganjal perutnya. Tidak perlu menyalahkan, toh nyatanya semua itu tidak semuanya salah mereka (lebih bijaknya kalau ditambahi kata “kita”). Perut memang aneh, terkadang masalah besar bermula dari sebuah penggiling makanan itu. konon, kasus “kriminal” yang pertama kali dibuat manusia juga berhubungan dengan perut, hingga kakek moyang manusia, Adam, harus tersingkir dari surga. Wow, berarti ini masalah serius ya?
Terlepas dari itu. seandainya, lebih tepatnya “sebenarnya” jika kita mau sedikit rileks dengan urusan itu, masalah perut bukan masalah yang “gawat”, Sederhana, dan tidak perlu didramatisir. Toh itu kan cuma masalah “kosong” dan “isi” saja. Selebihnya cuma fragmen masalah yang diada-adakan. Bahkan, ada kandungan humor tinggi di dalamnya.
Jika ada orang mirip ninja, tapi yang dibawanya adalah tank penyemprot, maka hati-hati. Kl anda belum tau siapa dia, alangkah baiknya lihat saja dulu aksinya. Tapi kalau anda sudah tau, tutup saja pintu. Kecuali kalau anda, atau anak anda baru saja kena penyakit demam berdarah, maka bukakan saja pintunya. Ya, mereka itu penyemprot serangga. Jika anda membukakan pintu, maka sudah dipastikan, lalat, kecoa, dan nyamuk akan anda lihat berserakan, dalam beberapa menit saja, tidak lama. Kematian serangga sepertinya menjadi kepuasan tersendiri bagi anda. Namun, hati-hati, yang puas bukan anda saja. Tukang semprot lebih puas lagi. Makin banyak yang tewas, makin lebar senyumnya. Kalau anda melihat senyuman seperti itu, maka itulah awal sebuah drama. Terlebih jika tukang semprot sudah memberikan “kuitansi” tanda selesai semprot. Relakan saja uang 20 ribu sebagai ganti obat abate.
Itulah drama, drama para pemain perut. Maksudnya, orang yang punya “masalah dengan perut”. Tidak salah, hanya sebuah jasa. Namun, menuntut anda untuk selalu waspada, hati-hati terhadap tukang semprot. Datangnya tak diundang, pulangnya bawa uang. Jika anda sebagai atau pernah jadi “korban”, saat ini, anda pasti tertawa geli dengan tukang semprot serangga. maka di dalam kejengkelan, sebenarnya kita diajarkan untuk berhumor. tukang semprot. Kedatangannya, aksinya, membuat anda bertanya : begitu jorokkah kita, sampai urusan serangga saja harus ditangani tukang semprot segala? Dan lebih jauh lagi anda bertanya : apakah pahlawan sekarang butuh kuitansi??
Ijinkan saya pamit. : assalamualaikum

Thursday, January 21, 2010

Tak Ada yang Gratis

Pagi itu, aku duduk di stasiun. Termenung cukup lama menantikan kereta yang datang terlambat. Menunggu sesuatu yang terlambat memang membosankan. Ya, seperti biasa telambat. Sepertinya susah sekali menemukan sesuatu yag tak terlambat disini. Dan ebih gilanya lagi terlambat sudah menjadi kebiasaan yang membudaya.
Kereta lama tak datang membuat mata menjadi ngantuk, bosan dan sedikit membikin emosi, aku putuskan pergi ke toilet hanya untuk sekedar membasuh muka dan tanganku. Sampai di muka pintu terlihat tulisan terpampang dengan jelas dan dengan huruf yang cukup besar pula, tulisan yang sepertinya masih bisa dibaca orang yang menderita mata minus 5 sekalipun, tulisan yang ditulis dengan cat tembok. Rupa-rupanya tulisan itu baru saja dibuat, dengan aroma cat yang masih basah dan bisa dicium oleh orang yang melintasinya. Tulisan di tembok dengan kalimat “ ANDA BERTIKET TOILET GRATIS”.
Jujur, aku senang melihat tulisan itu. Tulisan yang menandakan sebuah kemajuan pelayanan yang diberikan oleh PT KAI. Dengan wajah sumringah aku masuki toilet itu, ku basuh muka dan tanganku, merasa sudah cukup bersih aku pun keluar. Namun……..
Sesosok pria kurus bertopi berdiri tegap manghadang pintu sambil memegang kunci, yang rupa-rupanya kunci itu adalah kunci toilet tadi. Tapi ada yang aneh. Walau diam mulut orang tadi tapi wajahnya seakan-akan berkata “ mas, bayar dulu baru boleh pergi” dan rupa-rupanya benar, orang yang ternyata aku ketahui sebagai penjaga toilet benar-benar meminta uang yang ia sebut sebagai “uang kebersihan”.
Aneh bin ajaib, mungkin itu judul yang tepat untuk kejadian tadi. Menjadi pertanyaan besar dan belum terjawabkan sampai saat ini. Trus apa makna tulisan di tembok? Apakah aku salah baca? Apakah tulisan itu memang salah tulis atau bagaimana? Aku rasa tidak..!!!
Uang, memang benar-benar sudah membutakan semuanya. Bahkan dengan tulisan “ANDA BERTIKET TOILET GRATIS” itu aku merasa dibuat bodoh olehnya….

Wednesday, January 20, 2010

untitled



Dada ini terasa sesak, terhimpit sesuatu yang tak terlihat. Begitu sesak…

Ya allah aku menyesal..!!!
Harus aku bayar dengan apa dosa-dosaku, jika memang dosa itu bisa aku bayar dengan harta pastilah seribu gunung tak akan mampu untuk menesbunya.
Ya allah aku menyesal..!!!
Engkau sering cemburu padaku, namun aku tak sedikit pun mengerti persaanMU, aku bodoh, aku hina, aku kotor. Namun, Engkau tak berhenti untuk selalu setia?
Ya allah aku menyesal..!!!
Engaku tak perlu menunjukan manusia paling hina di muka bumi.
Jika ada manusia paling hitam di muka bumi, pastilah aku orangnya.
Jika ada orang yang paling kelam hatinya, paastilah aku orangnya.
Jika ada orang yang paling busuk, pastilah aku pula orangnya.
Ya allah aku menyesal...!!!
Tunjukan aku jalanMU yang lurus..
Apakah setetes air mata penyesalan bisa membuatMU kembali mencintaiku?
Jika demikian, aku ingin selalu meneteskannya untukMU, hanya untukMU. Bukan untuk yang lain.
Ya Allah, aku ingin mempersembahkan yang terbaik untukMU, sebelum raga ini berpisah dari ruhnya. Amiin…

Sunday, August 10, 2008

alamat emailku mana?!@#$%


Baru kejadian dalam hidupku semenjak aku mengenal cyber, kejadian yang membuat aku tidak bisa tidur mikirin trus…, ah…sebel banget..!!! ID sama passwordku salah trus setiap kali mau sign in. nasib….nasib…!!!
Kawan maaf…., email kalian belum aku baca dan mungkin gak bisa dibaca lagi. Alamat yang baru liat aja di samping ya. Duh….punten ya..!!!

Wednesday, July 23, 2008

because I afraid when I can't cry


Menangis…
Setiap manusia pasti pernah mengalaminya, bahkan seorang anak manusia yang baru pertama kali menghirup oksigen di bumi mengawali bahasanya dengan tangisan. Ya.., sepertinya menangis adalah sesuatu yang wajar, bahkan boleh dikatakan tak ada kehidupan tanpa tangisan. Ketika manusia mengalami kesakitan maka ia menangis, ketika dirudung duka yang mendalam ia menangis, dan ketika manusia dilanda musibah yang berkepanjangan maka ia pun menangis. Tidak jarang juga ketika seseorang ditinggal kekasih yang amat dicintainya bukan tidak mungkin ia akan menangis sejadi-jadinya. Putus cinta itu memang betul-betul bisa membuat orang menangis
Dari kejadian-kejadian seperti itu maka menangis sepertinya sudah menjadi sesuatu yang sangat ditakuti kebanyakan orang, karena sekarang manusia lebih suka tertawa sehingga meraka takut ketika harus menangis. Banyak orang mengira menangis sangat identik dengan duka dan kesedihan. Padahal tidak! Sama sekali tidak. Tak jarang pula seorang menangis karena rasa senang tiada terkira. Ketika seorang ibu yang puluhan tahun tidak bertemu dengan buah hatinya, ketika seorang mendapat nikmat tak terkira dari Penciptanya, dan juga ketika seorang yang mendapatkan apa yang ia inginkan selama bertahun-tahun maka orang pun bisa menagis.
Namun saat ini rupanya manusia salah mengartikan apa itu menangis, sehingga tak sedikit manusia sangat takut menangis. Harusnya kita malu ketika nikmat yang didapat tidak kita syukuri, umur yang ada tidak kita gunakan untuk kebaikan dan harta yang kita peroleh dibuang sia-sia.
Saat ini dan detik ini juga hatiku sedang gundah tiada terkira, bukan karena sedang patah hati karena putus cinta, bukan karena sedang memikirkan masa depan yang tak pasti, bukan pula karena sedang dimabuk rindu. Namun sudah lama saya tidak bisa menangis……
Ya…ternyata itulah yang sangat merisaukan hati. Apakah itu pertanda hatiku semakin keras??? Ataukah saya sudah tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah???
Sebuah pertanyaan yang memerlukan perenungan yang mendalam
Sangat banyak orang yang takut menangis namun sebaliknya saya adalah orang yang takut ketika tak dapat menangis….
Malam demi malam saya menanti untuk bisa menagis, saya merindukan ketika air mata jatuh lembut membasahi pipi..
Jika anda dapat melakukannya maka anda akan merasakan nikmatnya menangis dari perspektif yang berbeda...

Monday, June 9, 2008

Sandalku Sayang, Sandalku Malang


(kisah sedih kehilangan sandal, Entah yang keberapa…………)
Disaat aku mulai suka padamu
Disaat aku merasa nyaman bersamamu
Tapi…, selalu dan selalu ada saja yang tak suka dengan kita
Entah apa itu motifnya, aku pun tak mengetahui mengapa mereka tega berbuat demikian
Jauh…
jauh sebelum aku bersamamu, sudah banyak yang mengalami nasib yang sama sepertimu…
Sampai-sampai aku tak bisa mengingat engkau korban yang keberapa kalinya…
Tragis dan menyedihkan bila aku mengingatnya…
Engkau pergi meninggalkanku bukan karena kau tak sayang lagi padaku, namun….
Engkau pergi karena digaet orang
Ya…,seperti yang lain…..
Nasibmu tak beda jauh dengan pendahulumu yang hilang tanpa jejak, bahkan anjing herder pun angkat tangan untuk bisa melacakmu…
Ya sudahlah…., mungkin mereka lebih membutuhkanmu dari pada aku.
Tapi….jika aku bertemu kembali denganmu sudah barang tentu tanpa basa-basi lagi akan aku rebut kembali
Sandalku sayang….
Sandalku malang…., where are you…????????
(pesan bang napi: kejahatan bukan hanya karena ada niat dari pelakunya, namun juga karena ada KESEMPATAN. Waspadalah…waspadalah..!!!)

Sunday, June 1, 2008

Rumawi dan mie goreng instan



Pagi itu Rumawi bangun kesiangan, maklumlah dia mahasiswa yang rajin (rajin begadang maksudnya, hi..hi..), setelah dia agak sedikit sadar dari tidurnya langsung aja dia geledah bantal yang di bawanya mimpi semalam tadi.lalu dilihatnya jam di hape-nya itu “wah, kesiangan nih…” geram Rumawi sambil ucek-ucek mata sipitnya. Biasa, setiap malam minggu dia mesti begadang, tapi yang jelas begadangnya gak aneh-aneh, biasanya sih pergi ngenet (dolan-dolan di dunia maya) atau ngerjain tugas yang semakin menumpuk aja. Sebenarnya sih dia bangun pagi waktu shalat subuh, tapi…tidur lagi dech ngelanjutin mimpinya. Nah, Singkat cerita Rumawi merasa ada sesuatu yang menagih dirinya. “Kriuk-kriuk“ suara dari dalam perutnya terdengar lantang seperti hendak memarahi dia supaya cepat-cepat diisi. Setelah bunyi kriuk-kriuk tadi terdengar barulah dia sadar kalau ternyata dia lapar…..
Tanpa pikir panjang Si Rumawi pun bergegas ke kamar mandi sekedar untuk membersihkan sisa-sisa kapuk bantal yang masih melekat di wajahnya, biar tidak terlihat seperti baru bangun tidur.., Si Rumawi pun berniat pergi ke warung makan untuk beli sarapan pagi. Ketika Si Rumawi hendak merogoh uang yang ada di sakunya tiba-tiba dia tersentak kaget seperti kesambar petir di pagi hari. “waduh, ternyata di saku dah gak ada uang!!!” gumam Si Rumawi sambil mengerutkan dahinya. Saat itu juga baru ia sadar ternyata dia sudah tidak punya uang sepeserpun (maklum tanggal tua). Oalah Rumawi..rumawi.. malang benar nasibmu.
Langsung saja tanpa pikir panjang Si Rumawi menggeledah seluruh kamarnya layaknya petugas KPK yang hendak menggeledah ruang kerja para koruptor bangsa yang lagi marak-maraknya terjadi di Negara kita ini nich. Ya, benar sekali ternyata dia mencari uang, barangkali ada sisa receh (hi..hi..)
Setelah lama mencari ternyata ada hasilnya juga, dia nemuin uang receh 1700 rupiah di atas meja komputernya. ”Mau diapain nih uang segini, buat beli sarapan mana cukup..” sesal Rumawi sambil memandangi itu uang. Akhirnya Si Rumawi punya ide untuk membeli mi goreng instan. Buru-buru nampaknya Si Rumawi turun dari lantai atas, sesampai di warung terdekat, dia langsung membeli mi goreng incarannya seharga 1300 rupiah yang katanya dalam iklan dapat berbunyi kriuk-kriuk saat dimakan. Setelah membawanya pulang, Si Rumawi agak bingung lagi nampaknya, dia sadar kalo di kos-kosan dia tidak punya kompor untuk memasak mi tadi. Tapi Si Rumawi tidak kehabisan akal untuk mengatasi hal kecil itu. Diambilnya alat pemanas air modern (hitter) dari kamar sebelah punya temen satu kosnya, akhirnya setelah air tadi mendidih nampaknya Si Rumawi kebingungan lagi, dia pun ingat ternyata dia tidak punya piring…!!(oalah…)
Nampaknya kali ini Rumawi benar-benar lagi di uji nich, tapi itu tidak membuatnya buntu pemikiran, “ahh, itu Sih hal kecil..” pikir dia. Tanpa basa-basi mi pun diremuk dan air panas tadi langsung dimasukan kedalam bungkusnya sekalian..(cerdas juga nih Rumawi). “dalam keadaan darurat tak apalah, daripada gak sarapan” setelah air dimasukkan lalu di ikatnya ujung plastik bungkus mi tadi dengan karet gelang untuk sedikit mematangkan mi. setelah beberapa menit menunggu matang akhirnya Si Rumawi dapat menyantap mi goreng instan tadi dengan hati yang riang gembira…
“Sisa 400 rupiah, mau beli apa lagi ya Si Rumawi?????”