Sebuah sms mungkin bisa menggelitik orang yang membacanya, bisa juga membuat bibir mungil anda tertarik ke atas beberapa mili bahkan bisa juga tertawa terpingkal-pingkal olehnya. Bermula dari sebuah iseng dari orang-orang yang suka berkata-kata lucu kemudian berkembang menjadi sebuah “tradisi”. Sms-sms lucu biasanya digunakan untuk sekedar mencari perhatian, atau juga sekedar iseng belaka atau juga untuk merayu atau untuk menarik simpati dari seseorang. Bermula dari sebuah fenomena itu, salah satu perusahaan cellular mencium ada sebuah peluang bisnis yang diramalkan akan meraup keuntungan yang tidak sedikit, alhasil ternyata benar!!
Dengan menerbitkan semacam “buku panduan” yang berisi berneka ragam sms-sms lucu maupun sms-sms gombal yang bisa menarik seseorang. Biasanya sasaran marketing dari penjualan buku itu adalah para anak muda yang doyan sms. Berbekal buku panduan sms lucu mereka berlomba-lomba mengirim sms selucu-lucunya untuk maksud tertentu. Disadari maupun tak disadari bahwa mereka sedang disuguhi pelajaran konsumtif yang bermuara pada konsumerisme dan pada akhirnya perusahaan cellular itulah yang meraup receh-receh dari saku mereka.
Merebaknya budaya sms ternyata berpengaruh juga pada sikap maupun moral manusia, itu terbukti dari banyaknya orang yang kurang mengerti bagaimana cara-cara atau adab ber-sms yang benar. Tak jarang juga saya mendapat pesan dari seseorang dengan kata yang terlalu disingkat-singkat ditambah dengan symbol-symbol yang terlalu aneh bagi saya. Sehingga pesan itu lebih mirip dengan sebuah teka-teki kata dari pada sebuah pesan.
Kembali pada sms lucu tadi, merebaknya sms semacam itu memunculkan ide dari segelitir orang untuk membuat orang lebih doyan sms. Apa maksudnya??? Pernahkan anda mendapat sebuah sms dimana di dalamnya ada sebuah pesan dan diakhir kalimat ada embel-embel kata “ sebarkan ke 10 teman anda”???. Bila kita analisis lebih jauh, pesan itu menuntut kita untuk menyebarkannya kepada orang lain sesuai dengan nominal yang tertera yaitu 10, 15 atau 20, bahkan juga dengan nada sedikit mengancam sehingga apabila sms itu jatuh pada orang awam maka ia akan dengan segera menyebarkannya. Bila seorang ekonom menanggapi hal semacam itu maka akan bisa ditarik beberapa hipotesa dan salah satunya adalah “itu hanya sebuah trik pemasaran” agar barang dagangan lebih cepat laku. Biasanya sms semacam itu tidak diketahui dari mana ia berasal, siapa pengirim pertamanya tidak jelas. Hal semacam ini tidak ubahnya dengan kasus sms lucu diatas hanya dengan sedikit polesan saja. Sebenarnya kejadian semacam ini sudah ada beberapa tahun yang lalu, tepatnya adalah diawal tahun 2006 sms semacam ini mulai menjalar. Coba anda bayangkan jika benar orang menyabarkan ke 10 orang, kemudian 10 orang tadi menyebarkan ke 10 orang berikutnya kemudian masing-masing dari 10 orang itu menyebarkan kembali ke 10 orang yang lain kemudian terus dan terus berulang-ulang maka akan saya pastikan bahwa anda akan binggung untuk menghitungnya bukan???
Dengan adanya pelajaran konsumtif yang diajarkan oleh para pelaku bisnis diharapkan kita sebagai konsumen untuk lebih teliti dan bijaksana dalam memilah kemudian memilih apa yang perlu dan tidak perlu kita konsumsi. Walau hanya sebuah sms!!!
Friday, February 6, 2009
Thursday, January 15, 2009
Reality Versi Media
Selamat datang di reality show, acara yang akan kami suguhkan selalu menarik untuk ditonton. Adegan dan peristiwa yang tidak dibuat-buat. Selamat menikmati….
Barangkali itulah kalimat yang sedang naik daun di dunia pertelevisian di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Acara yang sudah mulai digemari kebanyakan orang yang dikemas dengan sedemikian rupa dan mampu menyihir para penonton. Acara yang bertajuk reality show dijamin dramatis dengan ekspresi para penonton yang terlihat tegang dan berdebar-debar ketika menontonnya.
Tahun-tahun belakangan ini di Indonesia acara yang bertajuk reality show mulai menjamur di berbagai stasiun televisi. Dan rupa-rupanya boleh dikatakan berhasil dalam menarik perhatian penonton. Acara-acara reality show menyuguhkan adegan-adegan yang “alami” dan “tidak dibuat-buat” sehingga orang yang menonton dibuatnya deg-degan bahkan bisa termehek-mehek.
Lalu bagaimana acara reality show bekerja? Dengan prinsip apa acara yang mengklaim dirinya sendiri sebagai “murni realitas” itu menawarkan tayangannya? Dalam diri reality show terdapat paradoks yang cukup rumit. Di satu sisi, ia sebuah tayangang. Sebagaimana tayangan, selayaknya ia melewati proses rancangan. Langkah demi langkah, scene demi scene. Di sisi lain, kata reality membuatnya memikul tanggung jawab yang besar, sebab itu berarti ia menawarkan tak lebih dari realitas. Semua adegan sungguh-sungguh nyata.
Kontroversi nyata-tak-nyata reality show itulah yang kerap kali mengundang cibiran pemirsa. Dengan kritisisme yang tajam, bahwa penonton yang melihat berkesimpulan acara tersebut bohong belaka. Jalan cerita reality show sudah diatur. Tangisan bukanlah tangisan, tawa bukanlah tawa. Serapi apapun media membungkus, penonton sadar mereka sedang disugihi acting belaka.
Permasalahannya, apakah definisi nyata?
Lebih jauh lagi adakah definisi “nyata” yang bisa disepakati semua pihak? Pernak-pernik kehidupan yang dijalani individu barangkali bisa disebut Kenyataan dengan K besar. Usaha orang untuk hidup dengan bekerja adalah bagian dari kenyataan. Usaha seorang suami menyenangkan istrinya adalah bagian dari kenyataan. Usaha orang tua memberikan pendidikan dan kasih sayang yang tulus kepada anaknya adalah bagian dari kenyataan. Begitu banyak bagian kecil yang merupakan komponen hidup.
Fungsi media adalah menangkapi bagian-bagian kecil itu, kamudian menuangkanya ke dalam bentuk yang lain. Dengan kata lain, media memproduksi kenyataan milik penonton kemudian menghadirkan kepada khalayak. Lantar apakah yang dihadirkan media tidak nyata? Ya dan tidak.
Ya, karena apa yang tampil di media tidak mungkin tanpa polesan. Produksi suatu film harus dibuatnya semenarik mungkin, karena harus memenuhi syarat sebagai tontonan yang bermutu. Kita ingat bahwa fungsi media adalah tempat lari dari realitas. Meski sebenarnya sedikit lucu melarikan diri dari realitas dengan menceburkan diri tentang reproduksi tentang realitas, alias masih berputar-putar dalam lahan yang sama-sama realitas adalah sesuatu yang niscaya bagi media untuk memberikan polesan pada tayangan agar dapat menarik pemirsa.
Tidak, karena konsekuensi dari menuduh apa yang ditayangkan media sebagai sesuatu yang tidak nyata sama artinya dengan menyatakan bahwa ada definisi nyata yang disepakati semua pihak. Sementara, kita tahu bahwa kenyataan tidaklah tunggal. Definisi “nyata” dalam kehidupan rupanya berbeda dari arti nyata bagi media……
Barangkali itulah kalimat yang sedang naik daun di dunia pertelevisian di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Acara yang sudah mulai digemari kebanyakan orang yang dikemas dengan sedemikian rupa dan mampu menyihir para penonton. Acara yang bertajuk reality show dijamin dramatis dengan ekspresi para penonton yang terlihat tegang dan berdebar-debar ketika menontonnya.
Tahun-tahun belakangan ini di Indonesia acara yang bertajuk reality show mulai menjamur di berbagai stasiun televisi. Dan rupa-rupanya boleh dikatakan berhasil dalam menarik perhatian penonton. Acara-acara reality show menyuguhkan adegan-adegan yang “alami” dan “tidak dibuat-buat” sehingga orang yang menonton dibuatnya deg-degan bahkan bisa termehek-mehek.
Lalu bagaimana acara reality show bekerja? Dengan prinsip apa acara yang mengklaim dirinya sendiri sebagai “murni realitas” itu menawarkan tayangannya? Dalam diri reality show terdapat paradoks yang cukup rumit. Di satu sisi, ia sebuah tayangang. Sebagaimana tayangan, selayaknya ia melewati proses rancangan. Langkah demi langkah, scene demi scene. Di sisi lain, kata reality membuatnya memikul tanggung jawab yang besar, sebab itu berarti ia menawarkan tak lebih dari realitas. Semua adegan sungguh-sungguh nyata.
Kontroversi nyata-tak-nyata reality show itulah yang kerap kali mengundang cibiran pemirsa. Dengan kritisisme yang tajam, bahwa penonton yang melihat berkesimpulan acara tersebut bohong belaka. Jalan cerita reality show sudah diatur. Tangisan bukanlah tangisan, tawa bukanlah tawa. Serapi apapun media membungkus, penonton sadar mereka sedang disugihi acting belaka.
Permasalahannya, apakah definisi nyata?
Lebih jauh lagi adakah definisi “nyata” yang bisa disepakati semua pihak? Pernak-pernik kehidupan yang dijalani individu barangkali bisa disebut Kenyataan dengan K besar. Usaha orang untuk hidup dengan bekerja adalah bagian dari kenyataan. Usaha seorang suami menyenangkan istrinya adalah bagian dari kenyataan. Usaha orang tua memberikan pendidikan dan kasih sayang yang tulus kepada anaknya adalah bagian dari kenyataan. Begitu banyak bagian kecil yang merupakan komponen hidup.
Fungsi media adalah menangkapi bagian-bagian kecil itu, kamudian menuangkanya ke dalam bentuk yang lain. Dengan kata lain, media memproduksi kenyataan milik penonton kemudian menghadirkan kepada khalayak. Lantar apakah yang dihadirkan media tidak nyata? Ya dan tidak.
Ya, karena apa yang tampil di media tidak mungkin tanpa polesan. Produksi suatu film harus dibuatnya semenarik mungkin, karena harus memenuhi syarat sebagai tontonan yang bermutu. Kita ingat bahwa fungsi media adalah tempat lari dari realitas. Meski sebenarnya sedikit lucu melarikan diri dari realitas dengan menceburkan diri tentang reproduksi tentang realitas, alias masih berputar-putar dalam lahan yang sama-sama realitas adalah sesuatu yang niscaya bagi media untuk memberikan polesan pada tayangan agar dapat menarik pemirsa.
Tidak, karena konsekuensi dari menuduh apa yang ditayangkan media sebagai sesuatu yang tidak nyata sama artinya dengan menyatakan bahwa ada definisi nyata yang disepakati semua pihak. Sementara, kita tahu bahwa kenyataan tidaklah tunggal. Definisi “nyata” dalam kehidupan rupanya berbeda dari arti nyata bagi media……
Thursday, January 1, 2009
untukmu palestine....


Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta
Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta
Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia
Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu
Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu
Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia
Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu
Untukmu, Palestina tercinta
Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu
Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta
Ya Robbi, izinkanlah kami
Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu
Ya Robbi, izinkanlah kami
Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamuuu
Wednesday, December 17, 2008
kisah 4 hari
Ada senyum dibalik penat...
Tugas kuliah makin hari makin menumpuk, rasa bosan pun mulai muncul dengan penat dan kesibukan yang ada. Namun apa boleh buat, itulah keseharian yang tidak bisa saya lewatkan begitu saja. Sampai pada suatu hari, ketika ada seorang dosen yang memberi tugas kepada kami yang sebenarnya cukup mudah tapi entah kenapa tiba-tiba tugas itu menjadi “agak sedikit” merepotkan. Tugas yang memaksa kami harus berkeliling kota Semarang selama tiga hari berturut-turut. Itu kami lakukan hanya untuk menyelesaikan tugas dari sang dosen. Bukan hanya berkeliling tiga hari namun juga diguyur hujan dalam perjalanan selama tiga hari pula. Kalo dibilang belum beruntung ya memang kami sedang tidak bernasib baik, karena selama tiga hari itu belum ada tanda-tanda keberuntungan menyertai kami. Bukan malah selesai tugas kami tapi malah semakin mumet dan gak karuan…
Fotografi, itulah tugas yang diberikan dosen kepada kami. Karena itu untuk mendapatkan foto yang bagus, mau tidak mau kami harus keliling Kota Semarang untuk memilah-milah pemandangan yang dirasa kami cocok untuk dipamerkan pada acara pameran nanti.
Hari pertama, dari kampus kami berempat meluncur menuju simpang lima Semarang untuk mengambil foto bangunan keramat Lawang Sewu. Setelah puas memotret kami langsung menuju kesebuah Stasiun Tawang untuk mencari inspirasi lebih lanjut, pikir lama pikir akhirnya kami segera meluncur kembali ke Kota Lama yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Kami pun bergerak untuk mengambil gambar di sana dengan suasana Kota Lama yang memesona. Hari makin siang, kami beranjak dari Kota Lama menuju ke daerah Sampangan. Di sana kami mencoba untuk memotret pengemis dan gelandangan, namun ternyata di sana tidak ada pengemis maupun gelandangan akhirnya kami dapati seorang ibu yang sudah lanjut usia dengan keranjang besar dipunggungnya, dan tanpa pikir panjang kami langsung ambil gambarnya. Jam menunjukan pukul 16.00 WIB, gerimis pun mulai menetes dikepala kami dan akhirnya menjadi hujan deras, bergegas kami pulang dengan membawa oleh-oleh hasil foto dan badan yang basah kuyup..
Hari kedua, dari kampus kami meluncur kembali untuk berburu foto. Kali ini objek sasaran kami adalah pemandangan alam. Kami bergerak menuju keperbukitan yang terletak dibagian barat kota Semarang. Entah itu nasib baik atau buruk ketika pulang hujan pun masih setia menemani perjalanan kami…
Hari ketiga, sudah agak frustasi kami berburu foto karena hasil yang kami dapat belum sreg di hati. Hari itu kami focus berfikir mencari ide dari pagi sampai siang. masih teguh pendirian kami untuk berburu foto sebanyak mungkin demi tugas yang diberikan. Hari itu sasaran kami adalah hutan yang letaknya tak jauh dari kota Kendal. Berpuluh kilometer kami tempuh sampai tak ketinggalan pula acara nyasar di jalan. Maklum daerah itu belum pernah kami injak sebelumnya, jadi pake acara nyasar segala. Ini salah satu foto yang kita ambil saat dalam perjalanan, duduk santai sambil menikmati minuman ala orang gunung yaitu “Legen”

Hari keempat, pagi yang cerah membuat hati sedikit terobati dengan lantunan suara biola dari seorang temen satu kost. Pagi itu kami keluar untuk menghirup udara pagi yang masih kental dengan bau embun yang segar. Maklum, sudah tiga hari kita pontang-panting mencari objek foto yang bagus. Dan akhirnya……selesai sudah tugas fotografi yang melelahkan….

Bila ada yang berminat melihat pameran foto kami, silakan datang ke Universitas Negeri Semarang, kampus Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan pada hari kamis tanggal 15 januari 2009...hahaha….promosi…!!
Tugas kuliah makin hari makin menumpuk, rasa bosan pun mulai muncul dengan penat dan kesibukan yang ada. Namun apa boleh buat, itulah keseharian yang tidak bisa saya lewatkan begitu saja. Sampai pada suatu hari, ketika ada seorang dosen yang memberi tugas kepada kami yang sebenarnya cukup mudah tapi entah kenapa tiba-tiba tugas itu menjadi “agak sedikit” merepotkan. Tugas yang memaksa kami harus berkeliling kota Semarang selama tiga hari berturut-turut. Itu kami lakukan hanya untuk menyelesaikan tugas dari sang dosen. Bukan hanya berkeliling tiga hari namun juga diguyur hujan dalam perjalanan selama tiga hari pula. Kalo dibilang belum beruntung ya memang kami sedang tidak bernasib baik, karena selama tiga hari itu belum ada tanda-tanda keberuntungan menyertai kami. Bukan malah selesai tugas kami tapi malah semakin mumet dan gak karuan…
Fotografi, itulah tugas yang diberikan dosen kepada kami. Karena itu untuk mendapatkan foto yang bagus, mau tidak mau kami harus keliling Kota Semarang untuk memilah-milah pemandangan yang dirasa kami cocok untuk dipamerkan pada acara pameran nanti.
Hari pertama, dari kampus kami berempat meluncur menuju simpang lima Semarang untuk mengambil foto bangunan keramat Lawang Sewu. Setelah puas memotret kami langsung menuju kesebuah Stasiun Tawang untuk mencari inspirasi lebih lanjut, pikir lama pikir akhirnya kami segera meluncur kembali ke Kota Lama yang letaknya tidak jauh dari Stasiun Tawang. Kami pun bergerak untuk mengambil gambar di sana dengan suasana Kota Lama yang memesona. Hari makin siang, kami beranjak dari Kota Lama menuju ke daerah Sampangan. Di sana kami mencoba untuk memotret pengemis dan gelandangan, namun ternyata di sana tidak ada pengemis maupun gelandangan akhirnya kami dapati seorang ibu yang sudah lanjut usia dengan keranjang besar dipunggungnya, dan tanpa pikir panjang kami langsung ambil gambarnya. Jam menunjukan pukul 16.00 WIB, gerimis pun mulai menetes dikepala kami dan akhirnya menjadi hujan deras, bergegas kami pulang dengan membawa oleh-oleh hasil foto dan badan yang basah kuyup..
Hari kedua, dari kampus kami meluncur kembali untuk berburu foto. Kali ini objek sasaran kami adalah pemandangan alam. Kami bergerak menuju keperbukitan yang terletak dibagian barat kota Semarang. Entah itu nasib baik atau buruk ketika pulang hujan pun masih setia menemani perjalanan kami…
Hari ketiga, sudah agak frustasi kami berburu foto karena hasil yang kami dapat belum sreg di hati. Hari itu kami focus berfikir mencari ide dari pagi sampai siang. masih teguh pendirian kami untuk berburu foto sebanyak mungkin demi tugas yang diberikan. Hari itu sasaran kami adalah hutan yang letaknya tak jauh dari kota Kendal. Berpuluh kilometer kami tempuh sampai tak ketinggalan pula acara nyasar di jalan. Maklum daerah itu belum pernah kami injak sebelumnya, jadi pake acara nyasar segala. Ini salah satu foto yang kita ambil saat dalam perjalanan, duduk santai sambil menikmati minuman ala orang gunung yaitu “Legen”
Hari keempat, pagi yang cerah membuat hati sedikit terobati dengan lantunan suara biola dari seorang temen satu kost. Pagi itu kami keluar untuk menghirup udara pagi yang masih kental dengan bau embun yang segar. Maklum, sudah tiga hari kita pontang-panting mencari objek foto yang bagus. Dan akhirnya……selesai sudah tugas fotografi yang melelahkan….

Bila ada yang berminat melihat pameran foto kami, silakan datang ke Universitas Negeri Semarang, kampus Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan pada hari kamis tanggal 15 januari 2009...hahaha….promosi…!!
Pe Er...
Dapet Pekerjaan Rumah….
Walah-walah mba aya…., ni saya lagi kena sindrom males buat ngelog eh malah dikasih Pe Er. Tapi kalo demi sahabat mah apa aja rela tak lakuin deh…asal halal dan baik bagi kesehatan, loh..!! bagi persaudaraan maksudnya….
Kalo gak salah Pe Er-nya berbunyi begini ya:
1. Mengapa blog kamu bernama. . . . .?
2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Begini jawabanya….
1. Mengapa blog kamu bernama…? Sebelumnya saya perkenalkan diri ya..Nama asli saya cukup singkat, padat dan mungkin sangat jelas. LUKMAN. Cuma 6 huruf doank. Critanya beginu..eh begini..Karena waktu dulu pas ndaftar blogger pake nama Lukman ditolak sama blogger dikarenakan udah ada yang make’ jadi ta ganti sedikit deh seperti gaya penulisan tempoe doeloe. Nah jadilah nama loekman. Trus embel-embel “tp” itu adalah sebuah gelar kebangsaan ala mahasiswa UNNES jurusan Teknologi Pendidikan alias (TP), dari latar belakang historis itulah muncul nama loekmantp…
2. Mengapa blog kamu pakai templet ini? Sebelum menjawab saya mau crita-crita dulu nih.., waktu dulu siang-siang dikala terik matahari saya lagi ngenet di salah satu warnet dikampung kelahiranku. Waktu jalan-jalan lihat blog punya orang dari luar negri saya nyasar sama yang punya template kaya gini. Nah…, mulailah saya jatuh cinta sama ini template. Langsung aja tanpa basa-basi ta copy souce-code nya. yang menarik dari template ini adalah mirip sebuah buku, karena saya suka baca buku jadi akan lebih mudah jatuh cinta sama ini template.
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu? Haduh…,apa ya…, banyak sih. Waktu kecil dulu sering dimarahi sama mama gara-gara suka mandi di Kali kelamaan gak inget jam. Haha…, waktu nangis dapet nilai 3 pas ulangan. Huhu.., trus…waktu nyari alamat orang dari pagi sampe sore gak ketemu-ketemu cuma ngendarai sepeda kecil, trus waktu patah hati.., haduh…, tapi walau dulu kejadian aneh-aneh yang kadang seneng kadang sedih bila diingat-ingat lagi jadi pengen ketawa…^_^
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Trataa…, mau ta lempar kemana lagi ini pertanyan-pertanyaan ya? Ya udah setelah berunding sama monitor, mouse, keyboard, headset dan CPU maka ditetapkan orang yang akan menerima pertanyaan di atas adalah….
1. Aziz
2. Bangkit
3. Eka wulandari
4. Noviana satiowati
5. Nanda
6. Bonkzs
7. QQ
8. Subarkah
9. Along arman
10. Aphied
sebelumnya mohan maaf temen-temen,,saya hanya menjalankan amanah..
semoga persahabatan kita jauh lebih erat dikemudian hari..amin...
Walah-walah mba aya…., ni saya lagi kena sindrom males buat ngelog eh malah dikasih Pe Er. Tapi kalo demi sahabat mah apa aja rela tak lakuin deh…asal halal dan baik bagi kesehatan, loh..!! bagi persaudaraan maksudnya….
Kalo gak salah Pe Er-nya berbunyi begini ya:
1. Mengapa blog kamu bernama. . . . .?
2. Mengapa blog kamu pakai template ini?
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu?
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Begini jawabanya….
1. Mengapa blog kamu bernama…? Sebelumnya saya perkenalkan diri ya..Nama asli saya cukup singkat, padat dan mungkin sangat jelas. LUKMAN. Cuma 6 huruf doank. Critanya beginu..eh begini..Karena waktu dulu pas ndaftar blogger pake nama Lukman ditolak sama blogger dikarenakan udah ada yang make’ jadi ta ganti sedikit deh seperti gaya penulisan tempoe doeloe. Nah jadilah nama loekman. Trus embel-embel “tp” itu adalah sebuah gelar kebangsaan ala mahasiswa UNNES jurusan Teknologi Pendidikan alias (TP), dari latar belakang historis itulah muncul nama loekmantp…
2. Mengapa blog kamu pakai templet ini? Sebelum menjawab saya mau crita-crita dulu nih.., waktu dulu siang-siang dikala terik matahari saya lagi ngenet di salah satu warnet dikampung kelahiranku. Waktu jalan-jalan lihat blog punya orang dari luar negri saya nyasar sama yang punya template kaya gini. Nah…, mulailah saya jatuh cinta sama ini template. Langsung aja tanpa basa-basi ta copy souce-code nya. yang menarik dari template ini adalah mirip sebuah buku, karena saya suka baca buku jadi akan lebih mudah jatuh cinta sama ini template.
3. Kejadian apa yang tak terlupakan dalam hidupmu? Haduh…,apa ya…, banyak sih. Waktu kecil dulu sering dimarahi sama mama gara-gara suka mandi di Kali kelamaan gak inget jam. Haha…, waktu nangis dapet nilai 3 pas ulangan. Huhu.., trus…waktu nyari alamat orang dari pagi sampe sore gak ketemu-ketemu cuma ngendarai sepeda kecil, trus waktu patah hati.., haduh…, tapi walau dulu kejadian aneh-aneh yang kadang seneng kadang sedih bila diingat-ingat lagi jadi pengen ketawa…^_^
4. Kirim PR ini ke 10 sahabat blogger!
Trataa…, mau ta lempar kemana lagi ini pertanyan-pertanyaan ya? Ya udah setelah berunding sama monitor, mouse, keyboard, headset dan CPU maka ditetapkan orang yang akan menerima pertanyaan di atas adalah….
1. Aziz
2. Bangkit
3. Eka wulandari
4. Noviana satiowati
5. Nanda
6. Bonkzs
7. QQ
8. Subarkah
9. Along arman
10. Aphied
sebelumnya mohan maaf temen-temen,,saya hanya menjalankan amanah..
semoga persahabatan kita jauh lebih erat dikemudian hari..amin...
Subscribe to:
Posts (Atom)