-Kesuksesan dan keberhasilan itu hanya soal waktu. tapi sekarang adalah soal cara, soal mengisi dan soal aplikasi-

Friday, February 10, 2012

Mengenal Tuhan

Pada suatu hari…
Seorang profesor pada sebuah universitas terkenal menantang para mahasiswanya dengan sebuah pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan semua yang ada?”
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Benar. Dia yang menciptakan semua.”
“Yakin Tuhan menciptakan semuanya?” tanya sang professor sekali lagi.
“Ya, prof, semuanya,” jawab mahasiswa itu.

Profesor itu lalu berkata, “Jika Tuhan menciptakan semuanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, maka kita bisa berasumsi bahwa Tuhan adalah juga “Yang Jahat”.”
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis sang professor tersebut.
Profesor itu merasa senang dan menyombongkan diri bahwa dia sekali lagi telah membuktikan kalau agama adalah sebuah mitos.

Mahasiswa  lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?”
“Tentu saja,” jawab sang professor.
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”
“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Memangnya kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya sang professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, prof, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata ‘dingin’ untuk mendeskribsikan ketiadaan panas.”

Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?”
Profesor itu menjawab, “Tentu saja gelap itu ada.”
Mahasiswa itu menanggapi, “Sekali lagi Anda salah, prof. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna, dan mempelajari berbagai panjang gelombang tiap warna. Tetapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata ‘gelap’ dipakai manusia untuk mendeskribsikan ketiadaan cahaya.”

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”
Dengan bimbang professor itu menjawab, ”Ten…ten… tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di Koran dan TV. Banyak perkara criminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”
Tetapi terhadap pertanyaan tersevut, mahasiswa itu menanggapi, “Sekali lagi Anda salah, prof. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskribsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kejahatan.

Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan di hati manusia, sebagaimana halnya dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.

QS. Anisa: 79, Allah berfirman ”Semua kebaikan datangnya dari sisi Allah dan semua keburukan datangnya dari dirimu sendiri.”

Wednesday, February 8, 2012

Surat Dari Anak yang digugurkan

Dear Bunda…


Bagaimana kabar bunda hari ini? Smoga bunda baik-baik saja…nanda juga di sini baik-baik saja bunda… Allah sayang banget deh sama nanda. Allah juga yang menyuruh nanda menulis surat ini untuk bunda, sebagai bukti cinta nanda sama bunda…. 


Bunda, ingin sekali nanda menyapa perempuan yang telah merelakan rahimnya untuk nanda diami walaupun hanya sesaat…

Tuesday, February 7, 2012

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

Berikut ini postingan menarik yang bisa menginspirasi kita semua untuk selalu bekerja keras dengan hati untuk menjadikan bangsa ini menjadi lebih baik. Sekedar share. Oh ya artikel ini saya dapat dari milis tangandiatas, yang kemudian saya pos ke website untuk berbagi dan mengisnpirasi kita semua.
Source : http://brosurkilat.com



Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

Tuesday, October 25, 2011

Memorizing Qur'an

Pernahkan anda punya keinginan yang kuat untuk bisa mengafal al’quran? Tapi setiap kali anda menghafal selalu saja lupa. Ada dua kemungkinan. Pertama, hati anda belum benar-benar bersih. Kedua, Metode yang anda gunakan tidak cocok.
Untuk urusan yang pertama saya kembalikan ke pribadi masing-masing, tapi yang ke dua adalah yang ingin saya bahas disini. Sebuah metode sangatlah penting dalam belajar, setiap orang punya cara-cara tersendiri dalam memilih metode belajar yang menurutnya tepat sehingga apa yang ia pelajari akan dengan mudah diterima otak. Ada jenis manusia yang ketika belajar harus benar-benar fokus, suasana hening dan tidak ada gangguan apapun disekelilingnya, namun ada juga jenis manusia yang ketika ia belajar lebih mudah menangkap isi materi jika “disambi” nonton TV atau mendengarkan musik. Maka dari itu penting bagi kita memilih jenis situasi yang dan metode yang benar-benar nyaman untuk kita.
Untuk memahami fungsi otak kita, saya coba uraikan sebagai berikut:
Otak kanan — KREATIF — Bentuk, Intuisi, Lagu &musik, Warna warni, Simbol, Gambar, Imajinasi, Menghayal
Otak kiri – ANALITIK — Bahasa verbal, Matematika, Logika, Angka-angka, Urutan-urutan, Penilaian, Analisis, Linier
Lalu hubungannya dengan menghafal qur’an? Jangan khawatir, saya akan memberikan sebuah metode untuk anda yang benar-benar ingin belajar menghafal al qur’an dengan otak kanan. Caranya yang saya gunakan adalah dengan memanfaatkan fungsi dari otak kanan kita. Bagaimana caranya? Dengan visualisasi. Ya dengan visualisasi mengahfal al qur’an jadi lebih menyenangkan dan mudah untuk diingat kembali. Bahkan anda bisa langsung hafal arti tiap ayatnya.
Caranya cukup mudah, anda tinggal download saja gambar yang sudah saya siapkan dibawah tulisan ini bila perlu cetak saja sekalian biar lebih memudahkan anda dalam hafalan. Lalu perhatikan gambarnya dengan seksama. Gambar-gambar tersebut adalah visualisasi dari tiap-tiap ayat yang sedang anda hafal. Ketika sebuah gambar muncul, maka dalam pikiran anda akan segera menerjemahkan gambar tersebut. Untuk lebih mudahnya anda sangat disarankan untuk membuka al qur’an terjemahan untuk memahami artinya terlebih dahulu. Kemudian barulah anda mulai menghafal tiap 5 ayat. Terus lakukan hingga anda benar-benar berhasil menghafalnya. Surat yang saya sajikan dibawah adalah surat arrahman. Surat-surat yang lain Insya Allah segera menyusul. Selamat mencoba!!
klik disini untuk download gambar di atas
jangan lupa untuk meninggalkan jejak anda dikolom komentar

Sunday, April 10, 2011

Tips berbicara di depan umum


Tahukah Anda, tak semua orang yang saat ini berhasil menjadi pembicara atau pelaku presentasi di muka umum adalah orang yang terlahir dengan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Sebagian dari mereka juga kerap dilanda “demam panggung” ketika harus menjadi pusat perhatian di dalam suatu komunitas.


Ya, demam panggung memang bisa melanda siapa saja. Tak hanya seorang public speaker, karyawan biasa yang pada suatu ketika harus mengajukan usul dalam ruang rapat sekalipun bisa saja terserang demam panggung.

Ketika giliran harus menyuarakan pendapat, tiba-tiba hilang seluruh keberanian berikut rangkaian kata yang sudah disusun rapi dalam benak. Atau, saat harus menjelaskan usulan yang sedang dibahas, Anda kehilangan speech control. Bicara pun jadi tak fokus dan terkesan tak berujung pangkal.

Sesi berikutnya, Anda pun ditinggal audiens yang awalnya sudah siap mendengarkan penjelasan dari Anda. Nah, tak perlu putus asa bila kerap mengalami hal demikian! Ada banyak trik yang bisa dilakukan agar rasa percaya diri Anda tumbuh ketika berbicara di depan umum.

1 Jaga Kecepatan Bicara
Jaga laju berbicara agar tetap moderat. Jangan berbicara terlalu cepat. Orang akan sulit mengerti apa yang Anda bicarakan bila berbicara terlalu cepat. Kebanyakan pembicara yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan bicara perlahan, namun tak kehilangan fokus atau jadi membosankan.

2 Kembangkan Bahasa
Luangkan waktu untuk meningkatkan kemampuan kosa kata Anda. Jangan bicara berlebihan, terutama saat sedang melakukan presentasi. Bila kerap menggunakan kata-kata yang berlebihan akan membuat Anda terlihat kurang cerdas. Begitu pula bila kerap menggunakan banyak istilah dalam pilihan kata, hanya untuk membuat Anda tampak lebih berwibawa.

3 Gunakan Diafragma
Bicaralah melalui diafragma (rongga dada). Ini akan memberi Anda resonansi suara dan proyeksi.

4. Buka Tangan
Gunakan gestur (bahasa tubuh) membuka tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas. Ini akan memberi kesan Anda mengatakan, “Saya tak punya hal yang perlu disembunyikan. Saya hanya bicara yang sebenarnya!” Namun, jangan melakukannya berlebihan, karena akan mengganggu atau mengacaukan perhatian audiens Anda.

5. Pelihara Kontak Mata
Sementara Anda memaparkan pemikiran, sebaiknya lakukan dengan tetap memelihara kontak mata dengan semua lawan bicara Anda. Ini akan membuat Anda tak kehilangan fokus saat berbicara di muka umum.

6. Berdiri Tegak
Cobalah untuk tetap berdiri tegak setiap kali Anda memiliki kesempatan berbicara di depan umum. Jangan simpan tangan Anda dalam saku celana, dan jangan lupa untuk selalu menyunggingkan senyum terbaik, tanpa kesan dibuat-buat.

7. Buang Beberapa Kata
Kebiasaan mengatakan, “Eee…”, “Apa itu”, atau “Anu”, sebaiknya mulai Anda hilangkan saat berbicara di muka umum. Menggunakan frase atau kata-kata seperti ini akan membuat Anda terlihat tak percaya diri dan tidak profesional.

Monday, March 14, 2011

Mahasiswa "Autis"



Kawan, kalian pernah mendengar orang mengatakatan bahwa internet obat segala penyakit pendidikan? Percayalah, jangan terlalu percaya dengan internet, apalagi jika dikaitkan dengan pembelajaran. Bagaimana bisa demikian? Salah satu potensi buruk penggunaan internet dalam praksis pendidikan adalah mengarah pada masyarakat yang monokultur, yakni ketika hampir semua orang mengakses informasi dengan menggunakan kata kunci tertentu melalui mesin pencari Google, yang tentunya akan terjadi kondisi di mana semua orang mendapatkan informasi yang sama. Ini adalah paradoks yang terjadi di tengah hadirnya internet yang menawarkan seabreg keragaman informasi.
Monokultur tersebut akan berbuah pada mono-knowledge karena sumber informasi dan pengetahuannya sama. Maka jangan terlalu kaget apabila ada mahasiswa atau dosen mudah melakukan plagiat dari sumber yang sama. Dengan pengetahuan yang sama tersebut, maka internet justru menjadi kontraproduktif dengan tujuan digunakannya internet dalam pendidikan. tidak peduli betapa cepat dan banyak informasi bisa diakses via internet, namun yang lebih penting adalah informasi apakah itu? Nilai-nilai, kultur dan ideologi apakah yang diakses tersebut? Pengetahuan apakah yang dipelajari, pribadi macam apakah yang terbentuk setelah mengkonsumsi informasi-informasi dan pengetahuan via internet tersebut?
Masalah di atas sepertinya bukan hal baru yang anda dengar. Hal yang lumayan lucu bagi saya, internet seringkali membuat penggunanya menjadi “autis”. Internet seringkali menimbulkan problem psikologis dan sosial. Misalnya dengan melihat praktik pembelajaran di internet, kemudahan yang ditawarkan, maka mahasiswa seringkali menjadi lebih merasa nyaman dengan dunia internet ketimbang dunia kehidupan nyata mereka sehari-hari. Mereka menjadi “autis” dalam interaksi keseharian. Mereka menjadi lebih merasa memiliki ikatan emosional dengan tema-teman mereka di jejaring pertemanan Facebook, ketimbang dengan tetangga dan masyarakat tempat mereka tinggal. Dengan kata lain, mereka kemudian berjarak dengan realita sosio-kultural yang terjadi di sekitar mereka. Hal-hal itulah yang seringkali tidak banyak diperhatikan oleh para pendidik dalam pertimbangan dan praktik pembelajaran berbasis ICT, terutama internet.
Singkatnya, dampak lain dari kecanduan internet adalah penyakit “autis” yang baru-baru ini saya rasakan. Pernah seorang teman curhat kepada saya betapa dongkolnya ia ketika berada di tengah-tengah mahasiswa yang sedang hotspotan di kampus. Ia merasa dicuekin. Penyakit tersebut dapat menyerang siapa saja yang doyan online. Gejalanya dapat dirasakan jika sedang berkumpul dengan kawan anda yang sedang hotspotan di kampus. Maka saran saya adalah, jangan sekali-kali anda mengajak ngobrol orang yang sedang online di depan laptopnya. Karena bisa jadi dia sudah terjangkit penyakit “autis”. Sekian.

Sunday, September 26, 2010

Mari Kita Kembali Kampungan

Salah satu trauma masa depan adalah kemacetan jalan raya, bukan karena jalannya yang sempit, bukan juga karena jumlah kendaraan yang membludak, tapi karena satu hal : ketidakdisiplinan penggunanya. Saling srobot di lampu merah, srobot trotoar. Percayalah, dalam keadaan macet, si pengguna jalan bisa melihat trotoar kosong seperti melihat lahan tanpa tuan yang siap digarap. Itu baru masalah jalan. Yang keruwetannya sudah kita rasakan bersama, pagi dan sore hari puncaknya.
Televisi pun demikian juga, terlihat teratur, namun sebenarnya kesemrawutannya mirip dengan jalan raya kita. Pagi hari berita korupsi, siang berita perceraian artis, dan malamnya diisi dengan gemerlap artis sinetron. Demikian pula iklan produk. iklan produk sekarang sudah kian cerdasnya, saking cerdasnya kita pun musti berguru padanya, berguru bagaimana caranya makan biscuit yang benar, yang harus diputer, dijilat dan diclupin terlebih dahulu. Bahkan berguru bagaimana caranya mengusir nyamuk dengan efektif. Kita, tanpa sadar telah belajar banyak menjadi masyarakat konsumtif dan masyarakat yang selalu didikte urusan remeh temeh. Pantas saja keruwetan televisi melebihi jalan raya kita.
Di dunia nyata sudah jelas, di dunia maya pun ruwetnya masyaALLAH…, hanya gara-gaya “keong” saja udah geger, saling claim itu keong milik siapa. Padahal di desa saya keong yang tidak beracun pun banyak, bertaburan. Lagi-lagi itu baru satu masalah saja, masalah “keong” yang sudah menggemparkan. Untuk masalah yang lain, Saykoji, sepertinya paham betul masalah di dunia maya.
Disini saya hanya ingin menyampaikan, betapa kian maju perkembangan jaman betapa keruwetan masalah di dalamnya juga kian pesatnya. Sudah cukup kenyang kita dengan masalah seperti itu, kita butuh istirahat, kita butuh sejenak “melarikan diri” dari kesemrawutan jaman. Maka, adakalanya kita butuh kembali menjadi kampungan. Pura-pura saja untuk tidak mengenal televisi, pura-pura saja alergi dengan kendaraan, dan pura-pura saja tak tahu menahu masalah internet. Menjadi orang kampungan (wong ndeso) ada baiknya. Setidaknya untuk beberapa saat saja.

Nasi Gudangan-Pasar Krempyeng


Jika anda sempat bangun pagi, maka sekali-kali mampirlah ke pasar Krempyeng, dekat lapangan Banaran-Semarang. Tidak harus beli sesuatu, tapi mampir saja, sekedar melihat manusia berjubel disana. Tumpah ruah, berdesakan, banyak sekali, ada bakul jagung, bakul pisang, bakul onde-onde, bakul pete dan bakul sate pun ada. Karena pemandangan itu hanya berlangsung di pagi hari, maka sempatkanlah.
Nasi gudangan jadi “idola” disana, bukan onde-onde. Sudah barang tentu bakul sego gudangan yang paling banyak digerumuti masa. Harganya murah meriah, dan rasanya pun lumayan “mewah”. Lalu kenapa nasi gudangan yang paling banyak dicari? Sekarang saya pun tahu jawabannya : nasi gudangan lebih enak dimakan di pagi hari, tapi kalau sudah lewat pagi, masyaALLAH….biasa saja. Apa lagi jika cara mendapatkannya harus bercucuran keringat, antrean panjang, berdesakan, dan penuh perjuangan, maka pantas saja nasi gudangan bak barang keramat yang diperebutkan. Dari dulu, masyarakat kita sepertinya suka dengan persaingan, untuk beli sebungkus nasi perlu ada sebuah kompetisi disana, saling desak, saling sikut, walau pun di sebuah pasar yang berukuran tidak lebih dari 10 x 10 meter itu. Padahal itu baru nasi, belum yang lain.
Seorang gadis tampak bercucuran keringat, keluar dari desakan masa, melalui antrean panjang, wajahnya sumringah, berdiri seperti hendak berkata : “Bro…, aku baru saja menang perang!!”.

Thursday, September 23, 2010

Lelucon Penyemprot Serangga



Memang, hidup bukan hanya sekedar urusan perut. Tapi, sesekali keluarlah. Lihat orang-orang yang sibuk untuk mengganjal perutnya. Tidak perlu menyalahkan, toh nyatanya semua itu tidak semuanya salah mereka (lebih bijaknya kalau ditambahi kata “kita”). Perut memang aneh, terkadang masalah besar bermula dari sebuah penggiling makanan itu. konon, kasus “kriminal” yang pertama kali dibuat manusia juga berhubungan dengan perut, hingga kakek moyang manusia, Adam, harus tersingkir dari surga. Wow, berarti ini masalah serius ya?
Terlepas dari itu. seandainya, lebih tepatnya “sebenarnya” jika kita mau sedikit rileks dengan urusan itu, masalah perut bukan masalah yang “gawat”, Sederhana, dan tidak perlu didramatisir. Toh itu kan cuma masalah “kosong” dan “isi” saja. Selebihnya cuma fragmen masalah yang diada-adakan. Bahkan, ada kandungan humor tinggi di dalamnya.
Jika ada orang mirip ninja, tapi yang dibawanya adalah tank penyemprot, maka hati-hati. Kl anda belum tau siapa dia, alangkah baiknya lihat saja dulu aksinya. Tapi kalau anda sudah tau, tutup saja pintu. Kecuali kalau anda, atau anak anda baru saja kena penyakit demam berdarah, maka bukakan saja pintunya. Ya, mereka itu penyemprot serangga. Jika anda membukakan pintu, maka sudah dipastikan, lalat, kecoa, dan nyamuk akan anda lihat berserakan, dalam beberapa menit saja, tidak lama. Kematian serangga sepertinya menjadi kepuasan tersendiri bagi anda. Namun, hati-hati, yang puas bukan anda saja. Tukang semprot lebih puas lagi. Makin banyak yang tewas, makin lebar senyumnya. Kalau anda melihat senyuman seperti itu, maka itulah awal sebuah drama. Terlebih jika tukang semprot sudah memberikan “kuitansi” tanda selesai semprot. Relakan saja uang 20 ribu sebagai ganti obat abate.
Itulah drama, drama para pemain perut. Maksudnya, orang yang punya “masalah dengan perut”. Tidak salah, hanya sebuah jasa. Namun, menuntut anda untuk selalu waspada, hati-hati terhadap tukang semprot. Datangnya tak diundang, pulangnya bawa uang. Jika anda sebagai atau pernah jadi “korban”, saat ini, anda pasti tertawa geli dengan tukang semprot serangga. maka di dalam kejengkelan, sebenarnya kita diajarkan untuk berhumor. tukang semprot. Kedatangannya, aksinya, membuat anda bertanya : begitu jorokkah kita, sampai urusan serangga saja harus ditangani tukang semprot segala? Dan lebih jauh lagi anda bertanya : apakah pahlawan sekarang butuh kuitansi??
Ijinkan saya pamit. : assalamualaikum

Friday, June 18, 2010

Tradisi yang Pantas

7 Desember 1941, demikian yang dicatat oleh Encarata Encyclopedia. Terjadi sebuah kejadian besar yang cukup mengejutkan sejarah. Sebuah serbuan kilat jepang atas Pearl Harbor yang sedikitnya menenggelamkan 21 kapal perang, menghancurkan 200 pesawat tempur, dan menewaskan 3000 personel angkatan laut amerika serikat.
Inisiator serbuan gemilang itu adalah Laksamana Isoru Yamamoto yang menunjukan kepada kita arti penting sebuah “Warisan Leluhur”. Perhatikanlah apa yang dilakukan oleh tentara Jepang, terutama pada rudal-rudal torpedik Jepang yang menghancurkan kapal-kapal Amerika saat itu, ternyata rudal-rudal Jepang didesain untuk mengambang di dekat permukaan begitu dijatuhkan dari pesawat tempur ke lautan. Sungguh luar biasa bukan? Artinya, pesawat tempur Jepang tidak menjatuhkan Bom di atas kapal secara langsung. Mereka cukup menjatuhkan rudal torpedik dari arah kejauhan dengan arah yang tepat, dan rudal itu akan meluncur dipermukaan air kemudian menghantam lambung kapal perang Amerika. Anda tahu apa yang membuat rudal itu mengambang? Yups…Kayu dan Bambu.
Memakai kayu dan bambu adalah tradisi jepang yang terlestari. Jepang sangat terkenal komitmennya dengan warisan nenek moyang mereka. Namun, cukup disayangkan ada juga tradisi atau anggapan mereka yang tidak perlu dipertahankan, yaitu anggapan rakyat dan para prajurit jepang bahwa dirinya, Sang Tenno, merupakan turunan langsung Amaterasu Omikami, dewa Matahari. Dengan asumsi itulah, para prajurit jepang tega membungihanguskan banyak negeri, bahkan dengan Kamikaze, karena merasa sedang melakukan pengabdian tertinggi dan membawa tugas suci untuk menebarkan cahaya Matahari ke seluruh penjuru dunia. Betapa mengerikan! Maka dengan bijak, pada tanggal 1 januari 1946, kaisar Hirohito mengumumkan dengan tegas bahwa dirinya adalah manusia biasa yang tak ada sangkut pautnya dengan “kedewaan”
Dan akhirnya pun Kaisar Hirohito sukses mematahkan salah satu tradisi nenek moyangnya yang sangat membahayakan. Itulah gambaran singkat mengenai Jepang dan Tradisinya. Nah, sekarang bagaimana dengan kita? Apakah tradisi yang menyesatkan masih kita anut? Apa saja tradisi menyesatkan itu? Tradisi yang menghambat laju perubahan, perlu bahkan wajib kita tinggalkan. Yang sering saya temui adalah tradisi “jam karet”. Tak patut juga itu disebut tradisi, namun berhubung jam karet sering bahkan hampir selalu terjadi dimana-mana maka tak ubahnya juga disebut tradisi. Disebut sebuah tradisi karena pertama kali berawal dari kebiasaan seseorang, berkembang menjadi kebiasaan kelompok dan jikalau sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama dan sudah menjadi pembiasaan dan kesepakatan entah disengaja maupun tidak disengaja, maka muncullah tradisi. Menyebalkan memang, jika tiap aktifitas selalu saja tidak tepat waktu, dari mulai jadwal pemberangkatan kereta sampai rapat sekalipun tetap saja tidak bisa tepat waktu.

Thursday, January 21, 2010

Tak Ada yang Gratis

Pagi itu, aku duduk di stasiun. Termenung cukup lama menantikan kereta yang datang terlambat. Menunggu sesuatu yang terlambat memang membosankan. Ya, seperti biasa telambat. Sepertinya susah sekali menemukan sesuatu yag tak terlambat disini. Dan ebih gilanya lagi terlambat sudah menjadi kebiasaan yang membudaya.
Kereta lama tak datang membuat mata menjadi ngantuk, bosan dan sedikit membikin emosi, aku putuskan pergi ke toilet hanya untuk sekedar membasuh muka dan tanganku. Sampai di muka pintu terlihat tulisan terpampang dengan jelas dan dengan huruf yang cukup besar pula, tulisan yang sepertinya masih bisa dibaca orang yang menderita mata minus 5 sekalipun, tulisan yang ditulis dengan cat tembok. Rupa-rupanya tulisan itu baru saja dibuat, dengan aroma cat yang masih basah dan bisa dicium oleh orang yang melintasinya. Tulisan di tembok dengan kalimat “ ANDA BERTIKET TOILET GRATIS”.
Jujur, aku senang melihat tulisan itu. Tulisan yang menandakan sebuah kemajuan pelayanan yang diberikan oleh PT KAI. Dengan wajah sumringah aku masuki toilet itu, ku basuh muka dan tanganku, merasa sudah cukup bersih aku pun keluar. Namun……..
Sesosok pria kurus bertopi berdiri tegap manghadang pintu sambil memegang kunci, yang rupa-rupanya kunci itu adalah kunci toilet tadi. Tapi ada yang aneh. Walau diam mulut orang tadi tapi wajahnya seakan-akan berkata “ mas, bayar dulu baru boleh pergi” dan rupa-rupanya benar, orang yang ternyata aku ketahui sebagai penjaga toilet benar-benar meminta uang yang ia sebut sebagai “uang kebersihan”.
Aneh bin ajaib, mungkin itu judul yang tepat untuk kejadian tadi. Menjadi pertanyaan besar dan belum terjawabkan sampai saat ini. Trus apa makna tulisan di tembok? Apakah aku salah baca? Apakah tulisan itu memang salah tulis atau bagaimana? Aku rasa tidak..!!!
Uang, memang benar-benar sudah membutakan semuanya. Bahkan dengan tulisan “ANDA BERTIKET TOILET GRATIS” itu aku merasa dibuat bodoh olehnya….

Wednesday, January 20, 2010

untitled



Dada ini terasa sesak, terhimpit sesuatu yang tak terlihat. Begitu sesak…

Ya allah aku menyesal..!!!
Harus aku bayar dengan apa dosa-dosaku, jika memang dosa itu bisa aku bayar dengan harta pastilah seribu gunung tak akan mampu untuk menesbunya.
Ya allah aku menyesal..!!!
Engkau sering cemburu padaku, namun aku tak sedikit pun mengerti persaanMU, aku bodoh, aku hina, aku kotor. Namun, Engkau tak berhenti untuk selalu setia?
Ya allah aku menyesal..!!!
Engaku tak perlu menunjukan manusia paling hina di muka bumi.
Jika ada manusia paling hitam di muka bumi, pastilah aku orangnya.
Jika ada orang yang paling kelam hatinya, paastilah aku orangnya.
Jika ada orang yang paling busuk, pastilah aku pula orangnya.
Ya allah aku menyesal...!!!
Tunjukan aku jalanMU yang lurus..
Apakah setetes air mata penyesalan bisa membuatMU kembali mencintaiku?
Jika demikian, aku ingin selalu meneteskannya untukMU, hanya untukMU. Bukan untuk yang lain.
Ya Allah, aku ingin mempersembahkan yang terbaik untukMU, sebelum raga ini berpisah dari ruhnya. Amiin…

Monday, November 30, 2009

Paperless

Terlihat Mahal Tapi Murah???

BEBERAPA waktu yang lalu, UNNES telah mendeklarasikan diri sebagai Universitas konservasi. Hal ini memunculkan konsekuensi untuk berkomitmen dalam menjaga kelestarian alam sekitar, diantaranya melalui penghijauan dimana-mana, pengelolaan sampah, dan juga berusaha untuk mewujudkan gerakan Go Paperless.
Paperless atau disebut juga sebagai usaha menghentikan produksi dan penggunaan kertas, merupakan suatu cara sederhana namun memiliki tujuan dan manfaat untuk mencegah masalah besar, tentu saja salah satunya adalah Global Warming. Itulah mengapa Paperless menjadi salah satu slogan dalam usaha pencegahan Global Warming saat ini.
Secara kronologis dipaparkan bahwa pembuatan kertas berasal dari serat pohon, atau dengan kata lain bahan dasar kertas diambil dari alam, jika pembuatannya terus dilakukan tanpa terkendali , itu sama saja membuat setiap pohon yang seharusnya berfungsi menyeimbangkan alam menjadi bahan berbahaya yang dapat merusak bumi kita, yaitu kertas. Proses selanjutnya adalah proses pembentukan kertas yang membutuhkan banyak energi dan menghasilkan limbah-limbah berbahaya. Penggunaannya pun sangat berbahaya, jika tanpa kendali dan pembaharuan. Kertas yang sudah digunakan atau sampah kertas tidak bisa didaur ulang. Sehingga penggunaannya harus di kurangi bahkan dihentikan.
Era paperless makin merasuk dalam berbagai bidang. Apalagi konsep paperless telah mengangkat isu penghematan kertas bahkan sedapat mungkin tidak menggunakan kertas, sehingga dapat menekan biaya adminstrasi. Namun, dalam usaha mewujudkan paperless tentulah harus didukung dengan Teknologi Informasi yang memadahi. Sedangkan tantangan utama pengembangan Sistem Informasi adalah aspek finansial. Tidak sedikit dana yang dikeluarkan untuk mewujudkannya. Pemanfaatan fasilitas seperti hot spot bagi mahasiswa tentu membutuhkan sarana berupa komputer, laptop atau notebook. Jika ingin memanfaatkan internet di warung internet, mereka terbentur biaya sewa per jam. Belum lagi masalah biaya pemakaian listrik yang tentunya juga akan melonjak pula, ditambah ketergantungan masyarakat dengan fasilitas Teknologi Informasi yang kian canggih. Dilema memang , disatu sisi penghematan namun disisi lain juga pemborosan.
Dengan demikian secara tidak langsung kita belajar menumbuhkan rasa inisiatif untuk memanfaatkan teknologi untuk melestarikan alam. Lalu, sudah cukup bijakkah kita menyikapinya?

Sunday, September 27, 2009

Paling Indah di Makkah

Sore itu, seorang pria kurus datang menghampiri rumahku dengan langkah tergopoh-gopoh pelan, amat pelan. Keringatnya bercucuran seakan semua keringatnya dikeluarkan. Pria itu adalah seorang pria yang setahun lalu mengalami kecelakaan dahsyat hingga hampir-hampir merenggut nyawanya, namun untung saja dia hanya mengalami koma beberapa bulan, ya..beberapa bulan saja. Dengan langkah yang memaksakan diri, dengan keinginan kuatnya ia datang menemuiku dan keluargaku untuk bersilaturrahmi setelah sekian lama ia terbaring di Rumah Sakit.
Aku persilahkan ia masuk, duduk dan menikmati hidangan yang disajikan. Aku perhatikan ia sedikit berbeda, ups..bukan sedikit tapi banyak perbedaan. Baik fisik maupun psikologisnya. Amat berbeda.
Perbincangan pun dimulai, mulailah kami bercakap-cakap. Dengan wajah serius tapi lucu ia paparkan kejadian yang dulu hampir merengut nyawanya, kecelakaan motor setahun yang lalu. Ia ceritakan, ia nasehati dan ia sarankan agar supaya aku sentiasa berhati-hati jangan sampai mengalami hal yang sama. “sudah 200 juta rupiah melayang hanya untuk biaya pengobatanku luk, tapi aku bersukur masih bisa hidup” begitu ungkapnya.
Tiba-tiba disela-sela pembicaraan ia berucap “urip paling enak Cuma ono ning mekkah (hidup paling enak berada di makkah)”,
aku heran, karena setahuku ia tidak pernah menginjakan kaki di makkah, apalagi menghirup oksigen disana. Dengan nada polos dan sedikit menaikkan alis mata aku bertanya kepadanya “maksudnya?, bukankan anda belum pernah kesana??” ia menjawab “itu dia masalahnya, aku bermimpi, tapi aku yakin sedang tidak bermimpi, aku pernah kesana Luk” ia menceritan pada saat terbaring koma beberapa bulan di Rumah Sakit ia sempat mengalami perjalanan spiritual yang amat berkesan baginya, begitu nyata dan begitu terasa hingga ia mengulang perkataannya kalau ia sedang tidak bermimpi..!!!
dengan detail ia menceritakan bahwa ia berkunjung kesuatu tempat yang amat indah, indahnya tak dapat digambarkan. Bangunan tinggi menjulang begitu megahnya, taman-taman bunga yang berkilau, burung-burung hijau yang menari di pepohonan, suara angin amat pelan terdengar disana, tidak ada keributan dan hiruk-pikuk seperti di dunia. Dengan heran ia bertanya kepada penjaga rumah yang ada disana dengan sigap penjaga rumah tadi menjawab hanya dengan memberi isyarat agar jangan berisik, tanpa kata-kata menempelkan jari telunjukanya dikedua bibirnya. Sekian lama ia diam barulah penjaga rumah tadi berucap dengan nada yang amat pelan seakan-akan ia takut kalau sang penghuni rumah terganggu karena ucapannya, ia bekata “bapak, rumah siapakah ini? Indah sekali rumahnya” “inilah rumah penghuni surga “
sejak pertemuan dengan sang penjaga rumah mulailah ia suka dengan kehidupan disana, hingga berkali-kali ia mengatakan “urip paling enak cuma ono ning mekkah”.
Berjalanlah ia ke sebuah tampat yang lain dimana tempat ini sangat berbeda dengan yang tadi, tempat yang menyeramkan, panas dan bisa membuat bulu kuduk merinding. Bagaimana ia bisa merinding?ya..karena yang ia lihat adalah para manusia yang tak berdaging, hanya tulang yang terbungkus kulit dan kemana-mana ia memakai kalung besi segitiga yang menyala-nyala. Mengerikan, sungguh mengerikan!!
Tak kuat dengan apa yang ia lihat, ia pun bertanya kepada salah seorang penjaga disana “bapak, siapakah orang itu?” “itu adalah orang yang di dunia selalu bermaksiat” jawab sang penjaga.
Ngeri melihat pemandangan yang begitu menyiksa, ia pun kembali menelusuri tempat yang lain. Ia melihat kerumunan manusia disebuah padang yang amat luas, ia mengira itu adalah makkah. Jutaan orang berkumpul disana dengan berbagai warna baju masing-masing.
Lalu tibalah ia disebuah jalan yang menurun, jalan yang amat panjang dan lurus dan disamping kanan-kirinya tidak ada apa-apa. Sebuah tikungan kecil disamping kanan ia lihat setelah sekian lama berjalan, diikutinya tikungan kanan itu dan ia terperanjat melihat sebuah bagunan yang tepat di depan bangunan itu ada tiga buah tong yang amat besar tiga buah tong itu masing-masing bertuliskan angka 30, 45, dan 70. Kembali ia bertanya kepada penjaga rumah apa guna tong-tong besar itu dan apa maksud dari angka-angka yang tertera di tong. Sang penjaga rumah menjawab “Tong 30 adalah untuk orang-orang yang amalan di dunia biasa-biasa saja, Tong 45 adalah untuk orang-orang yang lebih baik, dan Tong 70 adalah khusus untuk orang-orang shaleh yang banyak beramal”
Mendengar jawaban itu ia begitu terkejut dan ia ungkapkan ingin tinggal disana untuk selama-lamanya, di tempat yang ia kira sebagai makkah……...
Begitulah perjalanan spiritual seorang penjual rongsok di Jakarta yang mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya. Perjalanan yang ia dapat sewaktu terbaring koma di Rumah Sakit. Sejak saat itu ia selalu bilang kepadaku…”urip paling enak Cuma ono ning mekkah”

Tuesday, June 9, 2009

mau tulis apa ya?


hari ini, jam ini, detik ini aku lagi bener2 bingung.
sampai-sampai mau nulis apa juga bingung. mau tidur, belum ngntuk. mau makan, udah kenyang. mau belajar, apalagi.
ya sudah lah, daripada bingung gak ada manfaat mending nulis aja kebingunganku ini. jangan bingung baca tulisan ini, tapi kalau anda bingung aku maklumi. soalnya aku juga bingung mau nulis apa. yang nulis bingung, yang baca juga bingung.
ya kira-kira begitulah kalo aku lagi bingung.

Sunday, May 24, 2009

award dari ainnur...:)


award ini saya dapatkan dari seorang kawan yang baik hatinya nun jauh diseberang sana.
ainnur farihah namanya. indah bukan? :)

Friday, April 17, 2009

teman kecilku

baru saja berakhir
hujan di sore ini
menyisakan keajaiban
kilauan indahnya pelangi

tak pernah terlewatkan
dan tetap mengaguminya
kesempatan seperti ini
tak akan bisa dibeli

bersamamu kuhabiskan waktu
senang bisa mengenal dirimu
rasanya semuanya begitu sempurna
sayang untuk mengakhirinya

(lagunya indah, jadi teringat kalian, kawanku, kawan kecilku...)

Saturday, April 4, 2009

Bohong

Konon seiring dengan perkembangan zaman yang begitu pesat, terciptalah alat pendeteksi kebohongan. Dengan sesnsor supercermat dan supersensitive pada alat tersebut, dapat diketahui orang tersebut sedang bohong atau tidak.
Pastilah soal kebohongan ini adalah persoalan yang cukup serius hingga perlu diciptakan alat pendeteksi kebohongan. Berawal dari sebuah kebohongan, bisa jadi runyamlah sebuah keluarga. Atau dalam skala yang lebih besar bisa sampai menyababkan buramnya sejarah sebuah bangsa akibat pembelokan sejarah, gara-gara cerita bohong.

Sebenarnya ada apa sebenarnya dengan kebohongan?
Baiklah. Kita awali dengan mengerti makna kata bohong. Bohong dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) berarti tidak sesuai dengan hal (keadaan dsb) yang sebenarnya.
Lantas apakah kita selamanya harus berkata benar? adakah saat-saat tertentu yang membolehkan kita berbohong?
Jika ditinjau dari maknanya, tentu bohong tidak boleh dilakukan karena jelas, wong kejadiannya begini kok dikatakan begitu. Itu namanya menyesatkan. Tapi bagaimana jika keadaan tidak memungkinkan kita untuk berkata benar? Artinya, keadaan yang benar-benar darurat, harus bohong. Jika tidak berbohong justru berbahaya. Maka munculah apa yang disebut retorika, seni berkata-kata. Bohong sih, tapi sebenarnya tidak bohong.
Seorang guru saya penah bercerita bahwa ada seorang kakek yang menyelamatkan pemuda dengan ”seni bohong”. Dikisahkan bahwa seorang pemuda yang kita sepakati dulu tidak bersalah lho- sedang dikejar-kejar hendak dibunuh oleh sekelompok orang. Pemuda itu lantas meminta bantuan kepada si kakek untuk bersembunyi di rumah kakek itu. Saat orang-ornag yang mengejar tersebut bertanya kepada si kakek, apakah melihat seorang pemuda yang berlari? Kakek tersebut lantas bergeser beberapa senti dari tempat berdiri dan menjawab “sejak aku berdiri disini, aku tak melihat seorang pun yang lewat di depanku” maka selamatlah si pemuda.
Apa yang dilakukan si kakek adalah seni berkata-kata, ia tidak berbohong. Seandainya pun pada saat itu si kakek berbohong, tindakan itu tetap bisa dibenarkan karena memang keadaan darurat, demi menyelamatkan seseorang yang tidak bersalah
Yang kemudian menjadi soal,
apakah kondisi jaman sudah begitu “darurat”, memasuki jaman edan-edanan, sing ora edan bisa dadi edan tenan, sehingga harus ada seabrek kebohongan?
Terlapas dari itu ada sebuah cerita menarik mengenai paradoks kebohongan.
Pada abad ke-6 SM, dari pulau kreta Yunani, seorang penduduk Yunani mengatakan, ”semua penduduk Yunani adalah pembohong”. Apakah ia mengatakan kebenaran? Jika benar semua penduduk Yunani adalah pembohong, maka dirinya juga pembohong, sehingga kata-kata “semua penduduk Yunani adalah pembohong” adalah pernyataan bohong. Maka tidak benar bahwa semua penduduk Yunani adalah pembohong; dan seterusnya.
Teramat banyak kebohogan sekaligus kebenaran bergencatan saling tumpang tindih di sekitar kita. Begitu rumit dan berbelit-belit dalam memahami sebuah kebohongan. Batas antara kebohongan dan kebenaran menjadi sangat rancu.
Terkadang kita masih belum dapat memahami bahwa sebenarnya kita sedang berbohong atau berkata benar.

Friday, February 6, 2009

SmS lucu tapi gak lucu

Sebuah sms mungkin bisa menggelitik orang yang membacanya, bisa juga membuat bibir mungil anda tertarik ke atas beberapa mili bahkan bisa juga tertawa terpingkal-pingkal olehnya. Bermula dari sebuah iseng dari orang-orang yang suka berkata-kata lucu kemudian berkembang menjadi sebuah “tradisi”. Sms-sms lucu biasanya digunakan untuk sekedar mencari perhatian, atau juga sekedar iseng belaka atau juga untuk merayu atau untuk menarik simpati dari seseorang. Bermula dari sebuah fenomena itu, salah satu perusahaan cellular mencium ada sebuah peluang bisnis yang diramalkan akan meraup keuntungan yang tidak sedikit, alhasil ternyata benar!!
Dengan menerbitkan semacam “buku panduan” yang berisi berneka ragam sms-sms lucu maupun sms-sms gombal yang bisa menarik seseorang. Biasanya sasaran marketing dari penjualan buku itu adalah para anak muda yang doyan sms. Berbekal buku panduan sms lucu mereka berlomba-lomba mengirim sms selucu-lucunya untuk maksud tertentu. Disadari maupun tak disadari bahwa mereka sedang disuguhi pelajaran konsumtif yang bermuara pada konsumerisme dan pada akhirnya perusahaan cellular itulah yang meraup receh-receh dari saku mereka.
Merebaknya budaya sms ternyata berpengaruh juga pada sikap maupun moral manusia, itu terbukti dari banyaknya orang yang kurang mengerti bagaimana cara-cara atau adab ber-sms yang benar. Tak jarang juga saya mendapat pesan dari seseorang dengan kata yang terlalu disingkat-singkat ditambah dengan symbol-symbol yang terlalu aneh bagi saya. Sehingga pesan itu lebih mirip dengan sebuah teka-teki kata dari pada sebuah pesan.
Kembali pada sms lucu tadi, merebaknya sms semacam itu memunculkan ide dari segelitir orang untuk membuat orang lebih doyan sms. Apa maksudnya??? Pernahkan anda mendapat sebuah sms dimana di dalamnya ada sebuah pesan dan diakhir kalimat ada embel-embel kata “ sebarkan ke 10 teman anda”???. Bila kita analisis lebih jauh, pesan itu menuntut kita untuk menyebarkannya kepada orang lain sesuai dengan nominal yang tertera yaitu 10, 15 atau 20, bahkan juga dengan nada sedikit mengancam sehingga apabila sms itu jatuh pada orang awam maka ia akan dengan segera menyebarkannya. Bila seorang ekonom menanggapi hal semacam itu maka akan bisa ditarik beberapa hipotesa dan salah satunya adalah “itu hanya sebuah trik pemasaran” agar barang dagangan lebih cepat laku. Biasanya sms semacam itu tidak diketahui dari mana ia berasal, siapa pengirim pertamanya tidak jelas. Hal semacam ini tidak ubahnya dengan kasus sms lucu diatas hanya dengan sedikit polesan saja. Sebenarnya kejadian semacam ini sudah ada beberapa tahun yang lalu, tepatnya adalah diawal tahun 2006 sms semacam ini mulai menjalar. Coba anda bayangkan jika benar orang menyabarkan ke 10 orang, kemudian 10 orang tadi menyebarkan ke 10 orang berikutnya kemudian masing-masing dari 10 orang itu menyebarkan kembali ke 10 orang yang lain kemudian terus dan terus berulang-ulang maka akan saya pastikan bahwa anda akan binggung untuk menghitungnya bukan???
Dengan adanya pelajaran konsumtif yang diajarkan oleh para pelaku bisnis diharapkan kita sebagai konsumen untuk lebih teliti dan bijaksana dalam memilah kemudian memilih apa yang perlu dan tidak perlu kita konsumsi. Walau hanya sebuah sms!!!

Thursday, January 15, 2009

Reality Versi Media

Selamat datang di reality show, acara yang akan kami suguhkan selalu menarik untuk ditonton. Adegan dan peristiwa yang tidak dibuat-buat. Selamat menikmati….
Barangkali itulah kalimat yang sedang naik daun di dunia pertelevisian di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Acara yang sudah mulai digemari kebanyakan orang yang dikemas dengan sedemikian rupa dan mampu menyihir para penonton. Acara yang bertajuk reality show dijamin dramatis dengan ekspresi para penonton yang terlihat tegang dan berdebar-debar ketika menontonnya.
Tahun-tahun belakangan ini di Indonesia acara yang bertajuk reality show mulai menjamur di berbagai stasiun televisi. Dan rupa-rupanya boleh dikatakan berhasil dalam menarik perhatian penonton. Acara-acara reality show menyuguhkan adegan-adegan yang alamidan tidak dibuat-buat sehingga orang yang menonton dibuatnya deg-degan bahkan bisa termehek-mehek.
Lalu bagaimana acara reality show bekerja? Dengan prinsip apa acara yang mengklaim dirinya sendiri sebagai murni realitas itu menawarkan tayangannya? Dalam diri reality show terdapat paradoks yang cukup rumit. Di satu sisi, ia sebuah tayangang. Sebagaimana tayangan, selayaknya ia melewati proses rancangan. Langkah demi langkah, scene demi scene. Di sisi lain, kata reality membuatnya memikul tanggung jawab yang besar, sebab itu berarti ia menawarkan tak lebih dari realitas. Semua adegan sungguh-sungguh nyata.
Kontroversi nyata-tak-nyata reality show itulah yang kerap kali mengundang cibiran pemirsa. Dengan kritisisme yang tajam, bahwa penonton yang melihat berkesimpulan acara tersebut bohong belaka. Jalan cerita reality show sudah diatur. Tangisan bukanlah tangisan, tawa bukanlah tawa. Serapi apapun media membungkus, penonton sadar mereka sedang disugihi acting belaka.
Permasalahannya, apakah definisi nyata?
Lebih jauh lagi adakah definisi nyata yang bisa disepakati semua pihak? Pernak-pernik kehidupan yang dijalani individu barangkali bisa disebut Kenyataan dengan K besar. Usaha orang untuk hidup dengan bekerja adalah bagian dari kenyataan. Usaha seorang suami menyenangkan istrinya adalah bagian dari kenyataan. Usaha orang tua memberikan pendidikan dan kasih sayang yang tulus kepada anaknya adalah bagian dari kenyataan. Begitu banyak bagian kecil yang merupakan komponen hidup.
Fungsi media adalah menangkapi bagian-bagian kecil itu, kamudian menuangkanya ke dalam bentuk yang lain. Dengan kata lain, media memproduksi kenyataan milik penonton kemudian menghadirkan kepada khalayak. Lantar apakah yang dihadirkan media tidak nyata? Ya dan tidak.
Ya, karena apa yang tampil di media tidak mungkin tanpa polesan. Produksi suatu film harus dibuatnya semenarik mungkin, karena harus memenuhi syarat sebagai tontonan yang bermutu. Kita ingat bahwa fungsi media adalah tempat lari dari realitas. Meski sebenarnya sedikit lucu melarikan diri dari realitas dengan menceburkan diri tentang reproduksi tentang realitas, alias masih berputar-putar dalam lahan yang sama-sama realitas adalah sesuatu yang niscaya bagi media untuk memberikan polesan pada tayangan agar dapat menarik pemirsa.
Tidak, karena konsekuensi dari menuduh apa yang ditayangkan media sebagai sesuatu yang tidak nyata sama artinya dengan menyatakan bahwa ada definisi nyata yang disepakati semua pihak. Sementara, kita tahu bahwa kenyataan tidaklah tunggal. Definisi “nyata” dalam kehidupan rupanya berbeda dari arti nyata bagi media……